Merasa Difitnah, Pengacara AAM Ancam Polisikan Nining Porosi

Kendari, Sultrademo.co – Pengacara Aswar Anas Muhammad (AAM) menilai pernyataan Nining Porosi (AP) yang menyeret dirinya ke Kepolisian daerah (Polda) Sulawesi tenggara (Sultra) beberapa waktu lalu terlalu berlebihan.

Bagaimana tidak, Nining Porosi menyeretnya ke Polda Sultra atas dugaan kasus penipuan dan penggelapan terkait biaya jasa pengacara yang menangani kasus Nining setahun silam.

Azwar Anas menilai, pernyataan Nining terlalu berlebihan dan tidak mendasar, hal ini dapat berpotensi merusak nama dan kredibilitasnya sebagai lawyers (pengacara).

tengah post

“Saya tidak terima disebut melakukan penggelapan dan penipuan duit milik nining sebesar Rp4 juta. Sebab, saya merasa tak pernah menipu dan menggelapkan duit Nining,” kata Azwar, Minggu (26/7/2020).

tengah post 2

Menurut jebolan magister hukum pidana Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) ini, dirinya bakal memperkarakan pernyataan Nining itu dengan dalih pencemaran nama baik dan keterangan palsu.

Azwar mengakui mengenal sosok Nining secara personal. Namun, kala itu, Nininglah yang meminta dirinya untuk mencarikan seorang pengacara yang bisa menangani perkaranya dengan pihak lain.

“Jadi pernyataan dia tentang saya yang menawarkan jasa pengacara itu tidak benar. Dia yang minta saya untuk carikan pengacara. Jadi saya fasilitasi, karena saya punya koneksi soal itu,” jelas alumni Fakultas Hukum UHO itu.

Azwar mengatakan, dirinya masih bagian dari tim pengacara yang menangani kasus Nining. Ia turut membantu pengacara DD dan RH dalam menyelesaikan kasus Nining di Polda Sultra.

“Silahkan saja tanya DD dan RH, bagaimana kasus itu bergulir. Soal honor jasa pengacara yang disebut Nining senilai Rp5 juta. Itu bukan honor, tapi hanya biaya operasional. Duit dengan nilai itu mana mungkin dikatakan sebagai honor pengacara,” terang Azwar.

Harusnya, kata Azwar, Nining berterimakasih karena kasusnya dengan pihak lain dapat diselesaikan. Bukan malah mengungkap soal biaya jasa pengacara dengan nilai yang terbilang rendah itu ke publik. Itu berpotensi merendahkan profesi ini.

“Kalau Nining mengaku sebagai komisaris sebuah perusahaan, harusnya dia malu bila hanya memberikan Rp5 juta terhadap pengacara yang menangani kasusnya,” tambahnya.

Apalagi, kasus Nining berakhir dengan mediasi di Polda sejak ditangani DD hingga berganti ke RH. Harusnya ia memberi honor yang besar kepada pengacara yang menangani kasusnya. Jangan malah mengungkit kembali biaya transpor pengacara itu ke publik.

“Jadi saya sama sekali tak punya perjanjian utang piutang dengan Nining. Jadi Nining keliru bila menagih saya. Kasus Nining yang kita tangani sebanarnya minimal Rp25 juta diluar transportasi dan sukses fee. Dia hanya kasi uang transpor karena kami tidak enak, suami nining kan sendiri teman profesi kami,” tutupnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Andriani Porosi beberapa waktu lalu laporkan balik Azwar Anas Muhammad ke Polda Sultra atas dugaan penipuan dan penggelapan.

Laporan tersebut bernomor LP/306/VII/2020/SPKT Polda Sultra tertanggal Kamis 21 Juli 2020.

Ia melaporkan Azwar karena sebelumnya, Azwar telah melaporkan Andriani Porosi ke Polda atas dugaan pencemaran nama baik karena telah menulis status didinding facebooknya yang bernada menurak kredibitasnya sebagai pengacara.

“Dalam postingan diakun facebook, saya tidak menuliskan namanya. Saya memang menulis inisial AA. Tapi kan banyak yang mengutang sama saya. Kalau dia tersinggung berarti dia merasa berutang sama saya,” kata Nining sapaannya, Kamis 23 Juli 2020.

Laporan : Ilfa

 

Berlangganan Berita Terbaru Sultrademo.co!

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.