Kendari,Sultrademo.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari berencana membangun pasar penyangga di kawasan pasar Anduonohu. Hal ini dilakukan pemkot Kendari sebagai upaya meminimalisir terjadinya kemacetan yang sering terjadi di area pasar tersebut. Selain itu karena adanya bau menyengat yang menjadi makanan sehari-hari bagi warga yang melintas maupun yang tinggal di sekitar Pasar.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengatakan saat ini pihaknya masih mencari lokasi untuk pembangunan pasar penyangga tersebut.

“Kondisi Pasar Anduonohu sudah tidak bisa ditambah jumlah lods (tempat menjual) pedagang. Hal itulah yang menyebabkan pedagang berjualan ditepi jalan sehingga menimbulkan kemacetan. Selain menimbulkan kemacetan, juga tercipta aroma tak sedap karena limbah yang dihasilkan pedagang,” jelas Sulkarnain (Sabtu,14/11/2020).

“Sudah banyak warga yang mengeluh, makanya kami rencana akan membangun pasar penyangga.Tapi saat ini kami masih mencari lokasi pembangunannya. Kemarin lokasinya sudah ada tapi bersengketa makanya batal,” jelasnya.

Meskipun ia tidak menjelaskan secara detail pembuatan pasar tersebut, akan tetapi ia memastikan pembangunannya akan dimulai dalam waktu dekat ini.

“Kalau pasar penyangga nanti terbangun saya pastikan kemacetan di Pasar Anduonohu bisa terurai, selain itu masalah bau tentu akan berkurang karena khusus pedagang yang jualan ditepi jalan akan dipindahkan ke pasar penyangga,” kata Sulkarnain.

Baca Juga :  Operasi Yustisi Terus Berjalan, 6 Pelanggar Prokes Kembali Terjaring

Sementara itu, Direktur PD Pasar Kota Kendari, Asnar membenarkan hal itu tersebut. Katanya pedagang memang tidak diperbolehkan berjualan ditepi jalan raya. Hal itu membahayakan bagi pembeli dan pengendara jalan yang melintas.selain itu juga berbahaya bagi penjual itu sendiri.

“Tercatat ada sekitar 200 pedagang yang beraktivitas di jalan raya mulai dari Jalan Kedondong (belakang pasar Anduonohu) sampai dengan Jalan Kancil. Sudah selayaknya mereka direlokasi ke pasar peyangga. Tapi khusus untuk pedagang yang berjualan di pinggir jalan,” tuturnya.

Lanjut kata Ansar, terkait pembangunan pasar, pihaknya mengakui bahwa hal tersebut sudah menjadi tanggung jawab Pemkot Kendari.

“Pembangunan pasar peyangga ini selain mengatasi masalah yang dikeluhkan warga juga bisa menjadi sumber PAD baru bagi pihak Pemkot. Kami hanya membantu pemerintah dalam mengelolanya,” tutup Ansar.

Laporan : Hani
Editor : MA

Komentar