Kolaka Timur, Sultrademo.co 20 – Upaya kolaboratif untuk memperkuat ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan melalui kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Tahap I di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim).
Acara yang digelar di lahan jagung seluas satu hektar milik Purwito, Kelurahan Welala, Kecamatan Ladongi, Rabu (21/5/2025) pagi, menjadi bukti nyata sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan petani dalam mendorong swasembada pangan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Gugus Tugas Ketahanan Pangan 2025 yang diinisiasi Polri. Hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat kunci, termasuk Wakil Kepala Polres Kolaka Timur, Kompol Drs. Tawakal; Kabag SDM Polres Koltim, Kompol Syariddin, S.H.; serta Kepala Dinas Pertanian Koltim, Ridwan, S.Pi, M.Si. Turut hadir Muspika setempat, seperti Camat Ladongi dr. Arif Budi Prihatmanto, Kapolsek Ladongi AKP Nyoman Sila, S.Sos., dan Lurah Welala Rudi, SP.
Panen raya ini tidak sekadar seremonial, melainkan momentum strategis untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun ketahanan pangan berbasis lokal. Selain memanen jagung, acara juga menjadi ruang aspirasi petani. Sejumlah permintaan disampaikan, seperti bantuan alat mesin pertanian (alsinta), benih unggul, dan pupuk subsidi.
“Kehadiran langsung aparat kepolisian dan pemda di tengah kami sangat membangkitkan semangat. Kami harap dukungan ini berkelanjutan, terutama bantuan alsinta dan pupuk agar produksi lebih efisien,” ujar perwakilan petani.
Menanggapi hal itu, perwakilan Polri menegaskan kesiapan institusinya untuk mendorong peningkatan produktivitas pertanian. Sementara itu, Dinas Pertanian Koltim menyatakan akan mempercepat distribusi bantuan sesuai kebutuhan petani.
Dukungan nyata juga datang dari Perum Bulog Koltim yang berkomitmen membeli hasil panen jagung petani dengan harga Rp5.500 per kilogram (kadar air maksimal 14%). Langkah ini diharapkan memberikan kepastian pasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Wakil Kepala Polres Koltim, Kompol Tawakal, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi multipihak.
“Ini adalah bentuk gotong royong untuk mewujudkan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan panen serentak ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menggalang sinergi serupa. Dengan semangat ini, Koltim optimis dapat menjadi contoh keberhasilan program pangan nasional yang mengedepankan partisipasi aktif masyarakat dan dukungan penuh institusi negara.
Laporan : Uci Lestari
Editor : UL










