Konawe Selatan, Sultrademo.co– Anggota DPRD Konawe Selatan dari berbagai Daerah Pemilihan melaksanakan Reses masa sidang ke II, mulai tanggal 5 hingga 13 Juli, yang meliputi semua kecamatan.
Dimulai dari dapil 1.
Pada beberapa desa yang ditemui, Anggota DPRD Konsel dari Dapil I, Budi Sumantri mengungkapkan masyarakat masih mengusulkan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT).
Dikarenakan, lanjut Budi, JUT kebutuhan mendasar masyarakat sebagai penunjang akses pertanian.
“Disamping itu pembangunan jalan produksi pertanian, dan keluhan kelangkaan pupuk dan harga gabah yang cenderung tidak stabil,” ujarnya.
Dia menambahkan infrastruktur juga menjadi usulan seperti pembangunan jembatan dan drainasse di beberapa titik yang ada di Konsel.
Budi menuturkan dewan Konsel akan berkoordinasi dengan dinas terkait mengenai keluhan warga. Misalnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam memberi solusi terkait harga yang kurang stabil dan menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sesuai Permendag 24 Tahun 2020.

Ditambahkan Nilda, Anggota DPRD Dapil I. Saat reses, Nilda bersama anggota se dapilnya kembali disuguhi keluhan yang sama seperti masa reses sebelumnya.
Dimana, Tower jaringan, bantuan alat pertanian dan pupuk menjadi permintaan paling sering disampaikan masyarakat.
“Mereka keluhkan masih yang kemarin, Karena tahun kemarin belum terakomodir kan kita tahu ada revocusing anggaran karena Covid,” bebernya. Kami akan kawal supaya tahun ini dapat terealisasi,”tutupnya
Selanjutnya pada reses di Dapil II.
Reses merupakan agenda DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat sesuai dengan daerah pemilihan (dapil) masing-masing anggota DPRD.
Lewat reses tersebut, masyarakat menyampaikan aspirasinya kepada perwakilan rakyat. Terpenting masukan para masyarakat yakni sarana dan prasarana (sarpras) untuk menopang kebutuhan masyarakat.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPRD Konsel, Irham Kalenggo S.Sos M.Si usai melaksanakan reses di Dapil II.
“Gambaran umum dari reses teman-teman dewan mayoritas warga mengusulkan sarana dan sarana pertanian dibenahi. Hal itu mengingat masyarakat Konsel sebagian besar sebagai petani dan nelayan,” ungkap Irham.

Begitu pula tambah Irham, mengenai penunjang alat tangkap bagi nelayan-nelayan yang ada di Konsel.
Irham Kalenggo menerima aspirasi masyarakat berkaitan dengan inprastruktur jalan tani dan bantuan alat perkebunan.
Disamping itu banyak masyarakat mengeluhkan pemasaran hasil produksi pertanian.
“Ini yang kami akan Carikan jalan, bagaimana hasil produksi warga bisa teratasi, dan ada pembeli tetapnya.
Masih di dapil II, reses kali ini, Kata Ramlan masyarakat banyak mengusulkan pembangunan talud, bantuan pengadaan pupuk dan racun, serta mengeluhkan sistem perencanaan dan penggangaran kegiatan yang dialokasikan melalui Dana Desa (DD).
Sebab, lanjut dia, hasil musdus dan musdes telah menyepakati kegiatan skala prioritas sesuai kebutuhan masyarakat, faktanya kegiatan lain yang muncul atau tidak sesuai dengan hasil musdus dan musdes.
“Untuk pembangunan talud dan bantuan pupuk/ racun nanti kami usulkan ke dinas terkait, kita berharap muda-mudahan bisa terakomodir, termasuk menyampaikan ke Kepala BPMD mengenai sistem perencanaan dan pengunaan Dana Desa, sebab itu wilayah eksekusinya secara teknis ada di BPMD,” katanya.

Untuk diketahui, Reses kali ini di laksanakan di Desa Boloso Kecamatan Angata dan dlaksanakan oleh Ramlan fraksi demokrat dan Udin Saputra fraksi PDIP.
Lain halnya di dapil III. Didapil III masyarakat mengeluhkan sulitnya jaringan. Sejumlah masyarakat di Kabupaten Konawe Selatan mengeluhkan proses pembelajaran daring. Hal ini terungkap saat reses anggota DPRD Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Nadira dan beberapa anggota lainnya di daerah pemilihan III, akhir pekan ini.
Menyikapi hal tersebut anggota DPRD Kabupaten Konsel Nadira mengatakan, kondisi wilayah yang terpencil, tidak adanya jaringan dan kurangya literasi internet para orang tua untuk mengoperasikan telepon cerdas masih menjadi kendala utama.
Selain itu katanya, sebagian besar masyarakat yang ditemuinya saat reses mengaku tak mampu membeli telepon berbasis android untuk mendukung peserta didik menerima materi pelajaran.
“Dalam reses yang saya lakukan kami mendapatkan keluhan masyarakat terkait pembelajaran daring. Ini disebabkan masyarakat yang tidak mampu membeli handphone android dan ada juga sudah mampu membeli handphone tetapi tidak mampu menggunakannya,”jelasnya.
Kendala lain yang ditemukannya, ada beberapa ibu-ibu yang tidak bisa membaca sehingga tidak bisa mengajarkan anaknya baca tulis. Kondisi seperti ini haruslah disikapi sebab hal ini akan bisa menghasilkan anak yang buta baca dan tulis.

Nadira menyebut beberapa desa yang memiliki kendala jaringan, diantaranya Desa Alakaya, Ululakara, Wawouru dan beberapa desa yang ada di kecamatan Baito.
“Jadi selama proses belajar Daring diterapkan, mereka harus mencari titik yang memiliki jaringan bagus, padahal mereka dilarang berkerumun,” paparnya.
Persoalan jaringan internet di Konsel memang masih menjadi persoalan masyarakat disebagian besar dwilayah itu. Daerah yang terdiri dari 336 desa tak miliki sebaran jaringan yang merata sebab sebagian besar kondisi dataran daerahnya berbukit. Merespon hal ini, Ketua DPD partai PAN Konsel ini berjanji, DPRD setempat akan mengupayakan hal ini ke pemerintah pusat untuk mencari solusinya.
“Karena ini kebijakan nasional kami akan konsultasi ke kementrian terkait masalah persoalan belajar daring ini agar bisa di beri kebijakan. Seperti, khusus anak murid kelas satu bisa belajar tatap muka. Termasuk, kami meminta kepada pemerintah pusat melalui Kominfo untuk di siapkan BTS (Base Transceiver Station) atau tower jaringan yang areanya masih belum memadai,” ungkapnya.
Reses DPRD konsel di Dapil tiga digelar di sepuluh titik. Selain persoalan pendidikan DPRD setempat juga menerima keluhan insfrastruktur jalan, pengairan serta fasilitas pertanian. Nadira bersama rombongan lainya diantaranya Ansari Tawulo, Sabri Taridala, Andi Achmad, Arno Silondae, Sutiono, Marwan, A.Haris, Erman serta Syaripudin Pariwusi kesemuanya merupakan anggota DPRD dari Dapil tiga.

Sedangkan di Dapil IV
Reses anggota DPRD Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara (Sultra) masa sidang II tahun 2021 sesuai jadwal telah selesai dilaksanakan.
Armal, melaksanakan reses dengan mengambil titik di Desa Wonua Kecamatan Moramo. Aspirasi yang diusulkan masyarakat adalah sarana prasarana produksi pertanian (Saprodi).
“Jadi yang mereka usulkan itu adalah Saprodi, bantuan pupuk termasuk juga jalan usaha tani (JUT), serta bantuan bibit,” kata Armal.
Serta, lanjut politisi partai Gerindra Konsel ini, pihaknya juga menerima usulan bibit nilam serta alat penyulingannya. “Karena mereka menilai prospek tanaman nilam saat ini lagi bagus-bagusnya,” tandasnya.
Untuk di Desa Wonua Kecamatan Moramo, sambung dia, apa yang mereka usulkan sudah terakomodir. “Alhamdulillah sudah terakomodir yang mereka usulkan tahun 2020 lalu,” pungkasnya.
Selain itu, tambah Armal, usulan yang paling prioritas bagi masyarakat pesisir adalah bantuan sosial (Bansos) ke kelompok masyarakat. “Jadi masyarakat pesisir disana minta di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) seperti pengadaan katinting, jaring apung, serta karamba apung,” ujar Armal menambahkan.










