Pasca Demo Tolak Tambang, Polda Sultra Bentuk Tim Investigasi

  • Whatsapp

Kendari, (Sultrademonews) – Terkait kasus pemukulan yang dilakukan anggota kepolisian saat demo tolak tambang oleh masyarakat Konawe Kepulauan (Konkep) 6 Maret lalu, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah mendalami penyelidikan anggotanya yang mekakukan kekerasan tersebut.

Direktur Intelkam Polda Sultra Kombes Pol Hartoyo mengungkapkan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan dari anggota internal propam yang melaksanakn tugas disana.

Bacaan Lainnya

“Tetapi belum mengarah ke pemeriksaan ini masih proses penyelidikan,” ungkapnya, Sabtu (09/03/2019).

Bahkan saat ini, Polda Sultra membuat tim investigasi dan penyelidikan terkait kasus anggota polisi yang melakukan kekerasan.

“Nanti akan diselidiki apakah dalam bertugas, sesuai Standar Operasional dan Prosedur (SOP) atau tidak. Jika penerapan SOP tidak sesuai maka akan diberika sanksi yang diterima oleh petugas,” jelasnya.

Dikatakannya, pihaknya sampai saat ini masih berkoordinasi dengan instansi terkait, khususnya Pemda untuk dicarikan solusi terhadap permasalahan pertambangan yang ada diwilayah Pulau Wawonii, Kabupaten Konkep.

“Jadi saat ini kita harapkan permasalahan ini terkait pertambangan wawonii bisa di tuntaskan sehingga bisa memberikan ketenangan bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhard mengatakan, dirinya secara pribadi berharap, setiap elemen masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat di muka umum bisa mencerminkan dan menjadi pelopor yang tertib sosial di ruang publik.

“Saya berharap seluruh elemen masyarakat yang ingin menyampaikan pendapatnya, bisa mencerminkan diri sebagai pelopor yang tertib,” tutupnya.

Laporan : Aryani fitriana

Editor : Anggun Karsila

  • Whatsapp

Pos terkait