Pasca Penandatanganan Pernyataan Komitmen Dengan Kementerian Dalam Negeri, Bappeda Sosialisasikan Aplikasi Puja Indah

Istimewa

Kendari, Sultrademo.co – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kendari melaksanakan sosialisasi aplikasi Pusat Jejaring Inovasi Daerah (Puja Indah), pasca menandatangani Pernyataan Komitmen (PK) dengan Kementerian Dalam Negeri.

Aplikasi Puja Indah merupakan hasil pengkajian, perekayasaan, pendataan, adopsi dan modifikasi, serta replikasi berbagai inovasi daerah menjadi sebuah inovasi berskala nasional untuk mendorong inovasi tata kelola pemerintahan daerah, inovasi pelayanan publik, dan mengintegrasikan inovasi daerah lainnya sesuai dengan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.

Bacaan Lainnya
 

Sosialisasi dilaksanakan di Command Centre Balai Kota Kendari, Rabu (17/1/2023).

Nuril dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri menjelaskan, aplikasi Puja Indah merupakan layanan pemerintahan berbagi pakai berbasis data input yang dikembangkan untuk mempercepat layanan pemerintahan melalui layanan elektronik dalam satu platform.

Melalui aplikasi ini, pemerintah daerah dapat lebih cepat menggandakan inovasi. Hingga tahun 2023 sebanyak 156 daerah telah menandatangani PK.

“Saat ini ada 12 layanan pemerintahan dan 3 layanan tematik ,” katanya.

12 layanan itu yakni, layanan pendidikan, layanan perizinan, layanan kesehatan, layanan ketenagakerjaan, layanan kependudukan, layanan komoditas, layanan aspirasi, layanan trantibunlinmas, layanan sosial, layanan pariwisata, layanan pekerjaan umum dan layanan perhubungan.

Sedangkan 3 layanan tematik yakni, pajak dan retribusi daerah, data tunggal kemiskinan dan BUMDes. Aplikasi ini bisa digunakan seluruhnya atau sebagian, sesuai kebutuhan daerah masing-masing.

Dia menambahkan, layanan Puja Indah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sangat tergantung pada informasi yang disediakan oleh admin dan operator.

“Ketika admin dan operator tidak aktif dalam melakukan penginputan data maka aplikasi ini akan kosong jadi ketika dibuka masyarakat itu seperti aplikasi yang mati atau aplikasi yang belum ada manfaatnya, ” pungkasnya.

Laporan : Hani
Editor : UL

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait