Kendari, Sultrademo.co – Menghadapi bulan inklusi keuangan pada bulan Oktober mendatang, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari bakal melaunching berbagai program dalam rangka memastikan sektor jasa keuangan inklusif di Kota Kendari.
“Berbagai program tersebut melibatkan stakeholder terkait bukan hanya pemerintah tetapi juga dunia usaha termasuk sektor pendidikan,” kata Asmawa Tosepu (Jumat, 22/09/23).
Salah satu program yang dimaksud adalah SAKUKU. Melalui program tersebut pelajar diajak bagaimana memanfatkan potensi maupun peluang dalam pengelolaan kebersihan melalui bank sampah di sekolah.
“Satu pelajar untuk satu rekening. Bagaimana memanfatkan potensi peluang terutama untuk anak-anak sekolah yakni memberdayakan murid atau pelajar dalam pengelolaan kebersihan melalui bank sampah di sekolah. Kemudian masing-masing pelajar di bukakan rekening agar mereka punya rekening di perbankkan personalnya kemudian hasil dari pengolahan sampah itu masuk ke rekening mereka masing-masing,” jelas Asmawa.
Menurut Asmawa kegiatan tersebut merupakan salah satu contoh membangun integritas dan pengelolaan keuangan yang inklusif.
“Tahun 2022 sudah kita mulai dan hasilnya sekarang bisa kita lihat misalnya di SMP Negeri 2, SMP Negeri 3 dan di beberapa sekolah dasar yang ada di Kota Kendari,” terangnya.
Dikatakan Asmawa, dibutuhkan kesadaran sejak usia dini terkait kebersihan lingkungan.
“Adapun tujuan dari pengelolaan sampah ini yakni pertama membangun kesadaran, terkait kebersihan lingkungan. Sedang untuk pengelolaan sampah, keuangan mulai dikelola bukan nanti setelah kita usia dewasa tetapi sejak usia dini sudah kita mulai karena yang paling penting adalah membangun kesadaran dan momentumnya kita mulai dari anak sekolah, “tutupnya.








