Kendari, Sultrademo.co – Pemasangan dua unit mesin pompa air merk Wilo oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa Kendari di intake Pohara Kecamatan Sampara, Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) beberapa hari lalu, kembali mengalami kendala bagi masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan hal tersebut diprediksi memang akan terjadi sebab dua dari tiga mesin yang beroperasi sebelumnya kini dicopot sehingga mesin yang beroperasi saat ini tersisa satu mesin saja.
“Memang karena akibat dari pemasangan mesin yang lama dilepas dulu itu memang akan mengganggu kurang lebih delapan jam proses pemasangannya insya Allah setelah pemasangannya akan jauh lebih baik,” harapnya.
Untuk akurasi pemasangan dan perbaikan mesin tersebut, Wali Kota berharap akhir Oktober sudah terselesaikan dengan harapan dapat memenuhi harapan masyarakat.
“Memang pemasangan mesin baru ini belum bisa memenuhi harapan masyarakat. Kan harapannya masyarakat tiap hari jalan tapi minimal mengurangi, yang selama ini kan masa tunggunya panjang ada yang seminggu ada yang dua minggu bahkan lebih dari itu nah ini kita perpendek mudah-mudahan bisa tiga hari sekali itu janji dari pengelola PDAM kita,” ungkap Sulkarnain.
Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa Kendari, Damin mengatakan pihak PDAM belum bisa memastikan kapan penggunaan pompa tersebut akan beroperasi.
Pasalnya, untuk pemasangan dan penggunaan pompa baru tersebut pihak PDAM memerlukan waktu kurang lebih satu setengah bulan untuk dapat digunakan secara optimal.
“Saya tidak bisa berjanji tapi pada dasarnya kami inginkan lebih cepat. Mudah-mudahan awal November sudah bisa kami operasikan karena setelah pemasangan dudukan pompa kemudian dipasang pompanya lalu dihubungkan dengan alat dan sistem yang ada baik itu panel dan lainnya, setelah itu dilakukan uji coba. Kurang lebih satu setengah bulan baru bisa kami operasikan,” terang Damin.
Damin juga mengakui untuk saat ini pasokan air ke masyarakat sedikit terganggu karena selama ini tiga pompa yang beroperasi dua diantaranya telah dicopot untuk digantikan dengan pompa yang baru.
“kami akui bahwa pelayanan air dimasyarakat agak sedikit terganggu karena yang selama ini 3 pompa yang beroperasi tinggal 1 yang 2 ini kami copot untuk diganti yang baru. Kadang-kadang masyarakat mengeluh 2 minggu sekali kami akui,” tutur Damin.
“Mudah-mudahan kesabaran konsumen untuk sistem wilayah Pohara kami harapkan bisa menunggu sambil proses pemasangan pompa ini dipercepat. Kalau dua pompa yang beroperasi maka secara estafet karena kapasitasnya besar 350 liter/detik. kalau dua pompa dia 24 jam jalan
Jadi masyarakat akan terlayani selama 24 jam paling-paling dua hari sekali atau 3 hari sekali yang selama ini dua minggu sekali,” imbuhnya, Selasa (4/10/2022).
Untuk diketahui, enam Wilayah yang mengalami gangguan sistem penanganan Pohara yakni kecamatan Kendari, Kecamatan Kendari Barat, Kecamatan Mandonga, Kecamatan Puuwatu, Kecamatan Kadia dan Kecamatan Wua-wua.
Laporan : Hani
Editor : UL
 






