Kendari, Sultrademo.co – Media Sosial di Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali dihebohkan dengan beredarnya video porno dua hari belakangan ini yang diduga dilakukan oleh sesama pelajar SMK di Kota Kendari (Jum’at 17 Januari 2020).

Video berdurasi dua puluh lima detik tersebut menunjukkan pemeran wanita yang masih mengenakan seragam sekolah dari salah satu sekolah jurusan kesehatan. Sementara pemeran pria, tampak tak berbusana sama sekali sedang memperagakan adegan suami istri.

Beredarnya video tak senonoh tersebut membuat netizen bertanya-tanya siapa dan dimana kejadian tersebut. Informasi yang berkembang, bahwa video tersebut diduga dibuat dan diperankan oleh pelajar dari salah satu SMK di Kecamatan Mandonga.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Mandonga AKP I Ketut Arya Wijanarka menerangkan, pihaknya telah mengantongi video dan foto pemeran dalam video tersebut. Namun hingga kini, aparat masih melakukan pengumpulan informasi, termasuk mendatangi SMK yang diduga sekolah asal pemeran dalam video itu.

“Kita masih menganalisis video itu. Termasuk kita akan mencari siapa penyebar video itu. Apakah dia hanya memanfaatkan situasi atau bagaimana. Anggota kami masih mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya,” jelas I Ketut Arya saat dihubungi awak Sultrademo.co , Kamis (16/1)

Sementara itu, Kepala SMK Kesehatan Mandonga Muhammad Hidayat mengaku, aparat kepolisian telah mendatangi dan memeriksa siswa yang mengaku kenal dengan pemeran dalam video dimaksud. Menurutnya, pihak kepolisian sudah mengantongi identitas yang diduga pemeran dalam video itu.

Baca Juga :  FP3 Sultra Desak Gubernur Transparan Soal Penggunaan Anggaran Penanganan Covid-19

“Satu orang sisiwa kami diperiksa, dia mengaku mengenali salah satu pemeran dalam video itu, setelah mengambil keterangan siswa kami, lalu polisi mendatangi tempat tinggal pelaku,” ujar Muhammad Hidayat saat dihubungi sultrademo.co, Kamis (16/1).

Pihak sekolah sendiri menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada kepolisian. Pihanya berharap agar kasus ini terungkap, sehingga tidak menjadi isu negatif bagi nama baik sekolah. Meski diterpa isu buruk, Hidayat mengklaim aktivitas belajar berjalan normal.

“Belum ada orang tua siswa yang datang ke kita. Yang datang hanya wartawan, saya juga menjelaskan sesuai apa yang saya jelaskan, karena takutnya ini pencemaran nama baik, jadi wartawan yang datang saya arahkan kepada yang bersangkutan (siswa yang mengenali)” tutupnya.

Di tempat lain saat di Hubungi via WhatsApp, Siswa berinisial D menjelaskan bahwa pemeran pria pernah satu sekolah dengannya tapi dikeluarkan karena melakukan perbuatan yang tidak pantas.

Hal ini pun mendapat komentar dari A yang mengaku sebagai keluarga pria dalam video tersebut. Ia menyebut bahwa beredarnya vidio tersebut telah membuat malu pihak keluarganya di Bombana.

“Bikin malu keluarga di Bombana saja ini anak” Katanya singkat.

Laporan : Irfan

Editor : MA

Komentar