Pemkot Kendari Dorong Partisipasi Masyarakat Perangi Politik Uang

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Pemilihan umum adalah sarana pelaksanaan kedaulatan yang dilaksanakn secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara RI tahun 1945.

Sesuai amanat itu, Pemerintah Kota Kendari melalui sekretaris Kota, Nahwa Umar mendorong pasrtisipasi publik khususnya masyarakat Kota Kandari untuk turut aktif menjaga marwah demokrasi, dan memerangi politik uang. Sebab politik uang merupakan virus yang dapat berimplikasi pada rusaknya perputaran roda pemerintahan dan demokrasi

Bacaan Lainnya

“Pemkot Kendari mendukung dan mengapresiasi Kelurahan Abeli Dalam sebagai salah satu lokasi perwakilan Kendari dalam deklarasi Nasional anti money Politik, sebagai Ibu Kota Provinsi, kita harapkan ini bisa menjadi contoh bagi kabupaten lain,” katanya saat membawakan sambutan pada acara Sosialiasi Produk Hukum Kepemiluan yang digelar Bawaslu Kota Kendari. Selasa 10/12. Di Kelurahan Abeli Dalam, Kota Kendari.

Hal senada ditekankan Ketua Program Studi Ilmu Politik Universitas Haluo Oleo ( UHO) Muhammad Najib Husain, menurut dia, dalam menghadapi moment pesta politik 2020, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) harus memberikan pendidikan politik kepada masyarakat untuk senantiasa melakukan pengawasan dan terlibat aktif mencegah terjadinya pelanggaran.

Bagi dia, langkah Bawaslu mendorong keterlibatan publik tingkat bawah merupakan langkah tepat mengokohkan tameng demokrasi.

“Agar bisa lebih mengarah kemasyarakat sehingga yang namanya pengawasan partisipatif itu tidak hanya sekedar wacana tetapi kemudian didukung langsung oleh masyarakat bawah,” ujarnya.

Najib menambahkan, masyarakat sudah harus sadar, bahwa yang namanya Money Politik tidak baik bagi kesehatan demokrasi. Masyarakat bawah harus menjadi gerbang yang membatasi menjalarnya politik uang.

“Salah satu yang menjadi kata kunci adalah bagaiman komitmen mereka harus ada komitmen kepada masyarakat Abeli Dalam untuk betul-betul menolak yang namanya money politik,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Kendari, Sahinuddin menegaskan sosialisasi yang dilakukan pihaknya di Abeli Dalam merupakan langkah evaluasi dan edukasi terhadap masyarakat bawah untuk mendorong dan mendukung peran partisipasi masyarakat dalam mengkampanyekan etika dan regulasi baik pemilu maupun Pilkada.

“Kita amat berharap, setelah ini mereka masyarakat dapat melanjutkan dan meneruskan kepada masyarakat lain pentingngya mengambil peran dalam menjaga dan mengawal proses demokrasi,” tutupnya.

Laporan : Ilfa
Editor :AK

Pos terkait