Pemkot Kendari Mulai Lakukan Persiapan Pelaksanaan Vaksinasi

Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mulai melakukan persiapan terkait pelaksanaan simulasi vaksinasi yang akan digelar tahun 2021 mendatang.

Sebagai tahap awal Pemkot telah menetapkan Puskesmas sebagai lokasi pelaksanaan simulasi Vaksin Covid-19. Namun, tetap menunggu uji klinis Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Bacaan Lainnya
 

Terkait hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, drg. Rahminingrum mengatakan pelaksanaan simulasi vaksin masih menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan persetujuan dari Wali Kota Kendari.

“Saat ini kita masih tunggu izinnya termasuk untuk sampel vaksin untuk simulasi nanti. Tapi saya pastikan vaksin yang diberikan aman karena sudah melalui beberapa uji klinis,” katanya.

Ditambahkannya, jika vaksin tiba di Kota Kendari, pihaknya akan memprioritaskan tenaga kesehatan (Nakes) sebagai pihak pertama yang akan mendapatkan vaksin.

“Kami prioritaskan tenaga kesehatan, sebagai kelompok yang paling berisiko terhadap penularan Covid-19. Setelah itu baru kita bagikan ke masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu di tempat terpisah Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kendari, dr Algazali Amirullah mengatakan vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat baik melalui simulasi maupun secara massal dipastikan aman sehingga tidak akan berdampak buruk bagi kesehatan. Sebab vaksin ini telah melewati sejumlah rangkaian uji coba dan telah teruji secara klinis.

“Sekarang sedang diteliti dan diupayakan untuk meminimalisir risiko-risiko yang akan terjadi. Kalau memang ada risiko pasti tidak akan diberikan (vaksin),” ujarnya.

Berdasarkan informasi Kemenkes, para nakes maupun masyarakat yang divaksin terlebih dahulu dilakukan skrining untuk mengetahui apakah yang bersangkutan memiliki penyakit komorbid atau tidak.

Jika peserta vaksinasi terindikasi memiliki penyakit penyerta (komorbid), maka akan diarahkan ke ruang pemeriksaan umum, lalu diberikan surat rujukan untuk selanjutnya dirujuk ke RS. Bagi peserta yang sehat, dapat menerima vaksinasi tahap pertama.

Usai penyuntikan vaksin, peserta tidak langsung pulang, melainkan harus menunggu selama 30 menit guna melihat apakah ada efek samping atau tidak. Sembari menunggu, nantinya petugas Puskesmas akan memberikan sosialisasi prokes serta penerapan pola hidup bersih dan sehat.

“Jika vaksinasi tahap pertama selesai, nanti peserta akan diimunisasi lagi 2 minggu kemudian. Nanti dievaluasi hasilnya. Kalau berhasil maka akan dilakukan vaksinasi secara massal,” tutupnya.

Untuk diketahui, lokasi simulasi vaksinasi di Kota Kendari dipusatkan di Puskesmas Benu-Benua di Kendari Barat.

Laporan : Hani
Editor : MA

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait