Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Perikanan Kota Kendari menyerahkan bantuan sarana prasarana perikanan tahun 2022 Kepada nelayan yang ada di Kota Kendari.
Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kendari, Ketua DPRD kota Kendari, Kepala Pelabuhan Kota Kendari, Kepala Pertanahan Kota Kendari , Kepala Bank Negara Indonesia (BNI), Kepala BPJS Sultra, dan Kepala OPD Lingkup Pemkot Kendari.
Kepala Dinas Perikanan Kota Kendari, Imran Ismail mengatakan penyerahan bantuan tersebut dibagi dalam tiga bagian. Pertama, bidang Perikanan tangkap bantuan yang diserahkan sebanyak 47 paket yang terdiri dari kapal dan perahu, alat tangkap dan mesin perikanan.
Kedua, bidang budidaya baik itu budidaya perikanan laut maupun air tawar. Bantuan yang diserahkan sebanyak 8 paket berupa pemberian bantuan bibit, peralatan mandiri, dan pakan alami.
” Ketiga, bidang pengolahan, kami memberikan 5 paket bantuan berupa sarana Konstairet, Koltebal, dan tempat pengemasan Unit Pengolahan Ikan (UPI),” tambahnya. (Rabu, 16/11/22).
Untuk jumlah bantuan itu sendiri terdiri dari 800 paket bantuan dari keseluruhan bantuan yang akan diserahkan kepada 415 penerima bantuan.
” Ini semua kami memberikan kepada kelompok penerima atau yang ada di Kota Kendari. Karena disini juga ada bantuan dari Kementerian ESDM berupa mesin yang mengunakan bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) sebanyak 400 lebih unit,” bebernya.
” Termasuk kita kerja sama dengan pertanahan untuk lakukan sertifikasi tanah kepada tanah-tanah nelayan yang selama ini belum bersertifikat. Itu akan diberikan kurang lebih 100 sertifikat. Dan hari ini akan kita serahkan semua,” tambahnya.
Selain itu, pemberian asuransi nelayan terhadap keluarga elaku nelayan yang mengalami kecelakaan pada saat melakukan aktivitas di laut sebanyak 3 orang.
” Dan terakhir dengan BNI kami bekerja sama dalam penyaluran kartu usahanya nelayan itu sebanyak 1900,” imbuhnya.
Imran menyebut penyerahan bantuan ini tersebar di beberapa daerah namun yang menjadi prioritas yakni di sektor perikanan yang berada di daerah-daerah pesisir yang ada di Kendari, Kendari Barat, Nambo dan Abeli.
Sementara itu, Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu mengatakan batuan ini tidak hanya bersumber dari APBD kota Kendari tetapi juga dari lembaga Kementrian termasuk stakeholder.
” Misalnya seperti sertifikat untuk tanah warga nelayan yang diserahkan kepada kantor pertanahan. Kemudian ada juga BPJS Ketenagakerjaan. Ada juga peyerahan bantuan dari BNI dan Kementerian ESDM,” tutur Asmawa.
Asmawa berharap dengan adanya bantuan sarana dan prasarana ini masyarakat khususnya para nelayan yang ada di Kota Kendari dapat tumbuh berkembang paling tidak untuk skala keluarga.
” Syukur-syukur bisa berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi di Kota Kendari. Sekali lagi warga masyarakat nelayan yang telah menerima bntuan dari pemerintah bisa menggunakan bantuan seefektif dan sebisa mungkin serta produktif,” harap Asmawa.
Abdul Razak dari kelompok nelayan Bungkutoko salah satu penerima bantuan KUSUKA dari BNI, merasa senang dengan adanya bantuan tersebut. Terlebih lagi selama kenaikan harga bahan bakar minyak, Abdul Razak merasa bersyukur dengan adanya bantuan mesin berbahan bakan gas (BBG).
Ia merasa terbantu dengan adanya bantuan mesin tersebut sebab dari segi bahan bakar lebih irit dari mesin yang menggunakan BBM
” 1 tabung gas 5 kg bisa lari 2 jam bodi (Kapal). Kalau bensin 15 ribu per botol paling untuk 1 jam melaut,” terangnya.
Ia berharap dengan adanya bantuan tersebut kehidupan nelayan termasuk perekonomian nelayan bisa lebih baik lagi.
Laporan : Hani








