Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) menggelar rapat koordinasi (rakor) percepatan realisasi investasi di Kendari, Selasa (3/12/2024).
Kegiatan ini bertujuan mengakselerasi investasi dari pelaku usaha penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN).
Sekretaris Daerah Sultra Asrun Lio, mewakili Penjabat Gubernur Sultra Komjen Pol (Purn.) Andap Budhi Revianto, menegaskan bahwa percepatan investasi menjadi prioritas untuk mendukung pembangunan daerah.
Rakor tersebut juga bertepatan dengan peringatan Hari Penyandang Disabilitas Internasional dan Hari Bakti Pekerjaan Umum.
“Sultra memiliki potensi besar untuk investasi, terutama di sektor pertambangan, perikanan, pertanian, peternakan, dan pariwisata. Wilayah ini aman, nyaman, toleran, serta layak menjadi tujuan investasi. Semua ini menjadi keunggulan kompetitif yang harus dimanfaatkan,” ujar Asrun.
Meski potensinya besar, realisasi investasi di Sultra hingga triwulan III 2024 baru mencapai Rp 8,32 triliun, atau sekitar 32,49 persen dari target nasional sebesar Rp 25,61 triliun. Dari target daerah sebesar Rp 22 triliun, capaian baru mencapai 37,81 persen.
Asrun menyebut, sejumlah hambatan masih perlu diatasi, seperti proses perizinan yang belum efektif, strategi promosi yang kurang tepat sasaran, dan minimnya sinergi antara pelaku usaha dan tim pengendalian investasi daerah.
“Diperlukan langkah strategis untuk mendorong percepatan investasi. Proyek Strategis Nasional (PSN) di Sultra senilai Rp 45,49 triliun diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan,” katanya.
Pemprov Sultra telah membentuk Satuan Tugas Percepatan Pelaksanaan Perizinan Berusaha untuk mengatasi kendala perizinan.
Selain itu, regulasi terkait investasi, seperti Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2010 tentang pemberian insentif, akan dievaluasi untuk meningkatkan daya saing daerah.
Asrun juga mengajak semua pihak untuk berkolaborasi. “Pemerintah akan terus berupaya memperbaiki birokrasi. Kami harap pelaku usaha aktif berkontribusi melalui investasinya,” ujarnya.
Rakor ini dihadiri perwakilan Kementerian Investasi, Kadin Sultra, Hipmi, Bank Indonesia, Bank Sultra, serta pejabat pemerintah dan pelaku usaha dari seluruh kabupaten/kota di Sultra.
Asrun berharap, dukungan dari pemerintah pusat dan para pemangku kepentingan dapat memperbaiki capaian investasi pada triwulan IV.
“Kolaborasi semua pihak adalah kunci untuk mencapai target investasi dan mendorong kemajuan Sultra,” katanya.










