Pemprov Sultra Siapkan 80 Kamar Untuk Tenaga Medis di Hotel Claro

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Sebagai garda terdepan penanganan Corona virus desease 2019 (Covid-19). Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menyediakan 80 kamar di Hotel Claro Kendari sebagai tempat tinggal sementara bagi petugas medis yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas.

Juru Bicara Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ilham Q. Moehiddin mengungkapkan petugas medis penanganan Covid-19 yang bertugas di RSUD bahteramas yang mendapatkan fasilitas tinggal di hotel Claro kendari ada sebanyak 80 petugas.

Bacaan Lainnya

“Mereka mulai menginap di hotel Claro sejak hari Rabu, Tanggal 24 april 2020” Ujar Ilham.

Ia mengatakan tenaga medis yang menerima fasiltas yakni para dokter, perawat, staf radiologi, dan teknisi laboratorium ruang isolasi RSUD Bahteramas sesuai data yang dilaporkan Plt Direktur RSUD Bahteramas dr. Hasmuddin.

“Pemprov Sultra menyiapkan 80 kamar di Hotel Claro Kendari, yang dapat digunakan untuk beristirahat dengan nyaman selama masa karantina 14 hari, sebelum dinyatakan bebas covid-19 dan boleh pulang ke rumah masing-masing menunggu shift berikutnya,”ungkapnya.

Fasilitas ini pun melengkapi insentif yang mereka peroleh dari pemerintah pusat dan Pemprov Sultra.

“Gubernur Sultra Ali Mazi menginginkan beban tugas para tenaga medis bisa lebih ringan dan menjamin pasien covid-19 dapat disembuhkan” tuturnya.

Sementara itu, General Manager (GM) Hotel Claro Kendari Syahrir Ramadan mengatakan 80 petugas medis yang menginap di Hotel Claro merupakan tim medis yang dalam kondisi sehat dan prima menjalankan tugasnya.

“Pemberlakuan pelayanan kepada tim medis dilakukan sesuai prosedur tetap (Protap) kesehatan yang berlaku sesuai arahan pemerintah dan Badan Kesehatan Dunia, World Health Organization (WHO),” ujar Syahrir.

Syahrir menegaskan bahwa tim medis yang ada di Claro bukan sedang menjalani isolasi tapi mereka adalah orang yang mendapatkan fasilitas prestige dari pemerintah karena sudah bekerja menangani pasien covid-19.

“Kepercayaan ini sebagai bentuk apresiasi kepada pihaknya untuk memberikan pelayanan kepada para pejuang kemanusiaan yang berada di kota Kendari,”ujarnya.

Selain itu, 80 tenaga medis yang menginap akan menjalani rapid test terlebih dahulu sebelum menuju ke kamar Hotel Claro.

“Kami tidak mendiskrimasi para tenaga medis namun tetap memperhatikan keselamatan bersama”tuturnya.

Syahrir mengungkapkan tim medis yang masuk ke Claro wajib dianjurkan untuk cuci tangan, scan body temperature, menjaga jarak di area publik/lift dan menggunakan masker.

“Untuk kamar yang digunakan petuga medis dilakukan penyemprotan disinfektan secara rutin demi mencegah penyebaran virus” ujarnya.

Ia menambahkan tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan ditutupi dengan adanya tim medis yang menginap di Claro Kendari.

“Mereka justru bangga menjadi bagian dari pihak garda terdepan yang menangani Covid-19 ini”tutup Syahrir.

Pos terkait