Pencarian Pria Hilang di Hutan Konawe Masuki Hari Ke-4, Warga Gelar Ritual Adat Mo’oli

Konawe, Sultrademo.co Upaya pencarian Nasarudin (52), warga Desa Sambeani yang dilaporkan hilang di kawasan hutan Desa Anggoro, Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, memasuki hari keempat pada Jumat (18/9/2026). Di tengah pengerahan tim SAR gabungan, pencarian kini turut diiringi dengan pelaksanaan ritual adat Suku Tolaki yang dinamakan Mo’oli.

Prosesi ritual Mo’oli dilaksanakan oleh pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat di sekitar titik lokasi pencarian sebagai bentuk ikhtiar budaya peninggalan leluhur.

Bacaan Lainnya

Penggiat budaya Tolaki, Ajomain Suruambo, menjelaskan bahwa Mo’oli merupakan tradisi memohon izin dan keselamatan kepada penghuni alam gaib agar aktivitas manusia dijauhkan dari gangguan maupun bencana. Ritual ini lazim dilakukan saat membuka kawasan baru, terjadinya musibah orang hilang, atau peristiwa di tempat yang dianggap keramat.

“Ritual Mo’oli dilaksanakan kalau mau membuka jalan. Tujuannya memohon kepada penghuni gaib agar apa yang kita cari tidak ada lagi gangguan. Siapa tahu ada makhluk yang menyembunyikan korban, sehingga diharapkan bisa membuka mata kita untuk melihat korban yang belum ditemukan,” ungkap Ajomain.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa ritual adat ini berjalan beriringan dengan kepercayaan kepada Tuhan serta upaya teknis pencarian di lapangan.

Penyisiran Udara Menggunakan Drone Thermal

Secara paralel, operasi pencarian teknis tetap dimaksimalkan oleh Tim SAR gabungan sejak pukul 07.00 Wita. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S., menyatakan bahwa personel dibagi menjadi dua tim untuk menyisir sektor kiri dan kanan area hutan seluas masing-masing 800 x 750 meter menggunakan metode Exploratory Search and Rescue (ESAR).

“Untuk memperluas jangkauan di medan hutan, tim SAR gabungan juga mengerahkan drone thermal guna mendeteksi keberadaan korban dari udara,” terang Amiruddin.

Berdasarkan pemantauan BMKG, kondisi cuaca di lokasi pencarian terpantau cerah dengan angin berhembus sekitar 5,8 km/jam dari arah barat laut. Operasi ini melibatkan gabungan personel KPP Kendari, BPBD Konawe, Damkar, Tim K9 Polda Sultra, Polsek Abuki, Babinsa, RAPI, serta warga dan keluarga korban.

Nasarudin dilaporkan hilang sejak Senin (14/9/2026) sekitar pukul 14.00 Wita saat berpamitan mencari ikan di rawa kawasan Desa Anggoro. Korban sempat berjanji bertemu dengan beberapa kerabatnya di lokasi tersebut pada pukul 17.30 Wita.

Namun, korban tak kunjung datang hingga batas waktu yang disepakati. Kerabat yang melakukan pencarian awal hanya menemukan sepeda motor dan tas milik korban terparkir di dekat titik pertemuan, sebelum akhirnya melaporkan kejadian ini ke pihak Basarnas.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Muhammad Sulhijah

Pos terkait