Konawe, Sultrademo.co – Tim SAR Gabungan memasuki hari ke-4 pencarian terhadap Nasarudin (52), warga Desa Sambeani, Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, yang dilaporkan hilang di kawasan hutan dan rawa sekitar Desa Anggoro.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S, mengonfirmasi bahwa penyisiran terus dimaksimalkan dengan membagi area operasi serta memanfaatkan teknologi pemantauan udara.
“Tim SAR gabungan melanjutkan operasi pencarian dengan membagi dua tim penyisir serta mengerahkan drone thermal untuk memantau titik-titik yang sulit dijangkau,” ujar Amiruddin, Jumat (18/9/2026).
Pencarian yang dimulai sejak pukul 07.00 Wita tersebut difokuskan pada dua sektor utama di area perkebunan dan hutan Desa Anggoro.
Tim 1 bergerak menyisir sektor kanan dengan mencakup area pencarian seluas 800 x 750 meter. Sementara Tim 2 menyisir sektor kiri dengan luasan area yang sama. Kedua tim menerapkan metode Exploratory Search and Rescue (ESSAR) dengan melacak jalur-jalur setapak yang diperkirakan dilalui oleh korban.
Peristiwa menghilangnya korban bermula pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 14.00 Wita. Saat itu, Nasarudin pamit meninggalkan rumah menuju area rawa di Desa Anggoro untuk mencari ikan.
Korban sebelumnya telah berjanji untuk bertemu dengan beberapa kerabatnya di lokasi pencarian ikan tersebut. Namun, hingga pukul 17.30 Wita, korban tak kunjung terlihat di titik pertemuan yang disepakati.
Kerabat korban yang melakukan pencarian awal hanya menemukan kendaraan bermotor dan tas milik korban terparkir di dekat lokasi pertemuan. Upaya pencarian mandiri oleh warga tak membuahkan hasil hingga akhirnya dilaporkan ke pihak Basarnas.
Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih terus bersiaga dan melakukan penyisiran intensif di lapangan guna menemukan keberadaan korban.
 






