Pj Wali Kota Sebut Pelatihan Kelompok Wisata Selaras dengan Konsep Kendari Bergerak

Ketgam : Pj Wali Kota membuka Pelatihan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kota Kendari

Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Pariwisata Kota Kendari menggelar pelatihan pengelolaan toilet di destinasi wisata, sanitasi dan pengelolaan sampah di destinasi wisata, pelatihan pemandu wisata, outbound dan pelatihan digitalisasi branding, pemasaran dan penjualan pada desa wisata, homestay, kuliner, souvenir, fotografi, DAK non fisik dana pelayanan kepariwisataan tahun anggaran 2022.

Pelatihan tersebut dibuka secara langsung oleh Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kendari Ridwansyah Taridala, Asisten I Kota Kendari, Kadis Kominfo Kota Kendari serta kepala OPD lingkup Pemerintahan Kota Kendari.

Bacaan Lainnya

Pelatihan tersebut diikuti oleh 120 peserta pelatihan yang terbagi atas kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dari beberapa kelurahan, kelompok Ekraf khususnya kriya, masyarakat serta mahasiswa.

Asmawa Tosepu menuturkan, pengembangan pariwisata di Kota Kendari ini menjadi prioritas karena kota Kendari merupakan kota transit yang memudahkan masyarakat untuk mengenal potensi wisata di daerah ini.

“Orang mau kemana-mana pasti lewat Kendari makanya kita kembangkan kampung-kampung wisata paling tidak sudah ada 13 kelurahan yang sudah dikembangkan oleh dinas Pariwisata kota Kendari yang maknanya biar potensi pariwisata kota Kendari diketahui oleh masyarakat diluar kota Kendari,” tutur Asmawa, Rabu, (26/10/22).

Selain itu, menurutnya, pelatihan yang berlangsung ini erat kaitannya dengan konsep Kendari Bergerak. Dimana, ia menemukan keselarasan dengan program yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kendari yang mengambil topik pelatihan tentang kebersihan destinasi wisata, kebersihan lingkungan sanitasi, dan pengelolaan sampah.

” Jadi memang konsep Kendari bergerak menemukan keselarasan dengan kegiatan ini. Kalau kita ingin maju kan kita harus banyak bergerak. Jadi parwisata ini harus kita jual karena pada saat kita memilih posisi kita sebagai kota layanan dan jasa maka salah satu sektor yang akan memberi kontribusi dari sisi pendapatan perekonomian masyarakat adalah sektor pariwisata,” jelas Asmawa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Kendari, Fauziah A. Rachman mengatakan pelatihan ini dimaksudkan untuk mengembangkan bermacam-macam potensi yang ada di daerah.

“Pelatihan ini tergantung masyarakat yang ada di daerah itu. Misalnya kalau potensinya budaya kita tingkatkan budayanya di kelurahan itu. Tidak fokus di satu potensi, tergantung potensi apa yang ada di daerah itu,” ungkapnya.

Fauziah berharap dengan adanya kampung wisata, masyarakat di daerah itu bisa diberdayakan dan bisa meningkatkan ekonomi kreatif yang ada di daerah wisata itu.

“Kampung wisata itu kan harus ada pokdarwisnya nah pokdarwisnya itu dilatih disini kalau mereka sudah terlaltih mereka bisa meningkatkan potensi yang ada,” terangnya.

Laporan : Hani

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Editor: UL

Pos terkait