PT Askon Entengin Plant Himbauan Mabes Polri

  • Whatsapp

Plant himbauan Mabes Polri diareal lokasi blok Matarape Kecamatan Langgikima, yang memberikan penegasan tak ada aktivitas pertambangan tanpa IUP diwayah itu, rupanya dianggap enteng PT Astima Konstruksi (Askon).

Bahkan plant Mabes Polri betuliskan “Kami Akan Tindak Tegas” hanya dijadikan angin sepoi bagi PT Askon. Apalagi hanya sekelas Polres, yang menjadi wilayah administrasi hukum Polres Konut. Sekelas Mabes Polri saja, masih diacuhkan oleh PT. Askon. Ada apa?

Bacaan Lainnya

Dari hasil penelusuran dilapangan didapatkan informasi kegiataan dugaan ilegal mining PT. Askon di blok Matarape, merupakan atas perintah dari PT. Sinar Mas yang tak lain mitra join venture dari BUMN Aneka Tambang (PT. Antam). Entah bagian dari modus pencatutan atau apa, kami akan terus telusuri.

Mestinya eksistensi blok Matarape yang seharusnya menjadi harapan daerah, untuk mewujudkan visi kemakmuran bagi warga Konut masih jauh dari kata sejahtera.

Pasalnya, lahan tambang seluas 1.682 Ha merupakan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) eks PT. Inco (PT. Vale Indonesia), yang terletak di wilayah perbatasan antara Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah, yang berkedudukan di Desa Molore Kecamatan Langgikima kabupaten Konawe Utara, hanya menjadi incaran dan momok para corporate oligarki.

Padahal dibulan Januari (2020) blok tambang yang menggiurkan ini selamat ditangan Polres konut atas kegiatan dan tindakan pelaku penambangan liar. Sebut saja PT. Naga Bara Perkasa yang sempat ditindak Polres Konut, dengan menetapkan Dirut PT NPB dan kroni-kroninya sebagai tersangka dalam kasus ilegal mining di blok Matarape. Namun hal itu tidak berlaku pada PT. Askon.

Sehingga kami berasumsi tertangkapnya bos PT NBP dijadikan pintu masuk oknum yang akan ekspansi secara brutal diwilayah tersebut. Dengan asumsi tangkap “Pemain Kecil” masuk “Pemain Besar”. Semoga Polres Konut belum mencium dan bertindak cepat dalam penegakan hukum yang berkeadilan

  • Whatsapp

Pos terkait