KENDARI, sultrademo.co – Rencana Gubernur Sultra Ali Mazi yang bakal berkantor di Muna pada November mendatang dituding hoax oleh Kabag Komunikasi Pimpinan Setda Muna, Ali Sadikin.

“Hoax itu tidak benar (berkantor di Muna). Kita sudah hubungi protokoler dan orang-orang dekat Pak Gubernur, ┬átidak ada agenda ke Muna. Malah mereka juga kaget dari mana info itu,” kata Ali Sadikin kepada telisik.id Selasa (20/10/2020).

Menurut Ali Sadikin berdasarkan pembicaraan yang dilakukan pihaknya dengan bagian protokoler Pemprov Sultra terungkap tidak ada agenda gubernur berkantor di Muna.

Menanggapi adanya tudingan hoax terhadap rencana gubernur berkantor di Muna, Divisi Publikasi Aman Center Zain Umar mengungkapkan bahwa keinginan gubernur untuk berkantor di muna merupakan bagian dari program kerja dan bukan hoax.

“Hasil diskusi Aman Center dengan gubernur kesimpulannya gubernur akan ke Muna. Diskusi terbatas dan ini diskusi rutin bulanan dan terbatas beberapa orang” ungkap Zain dalam rilis tertulis yang diterima sultrademo.co, Rabu (21/10/2020).

Zain menduga Humas Pemda Muna ketakutan dengan rencana gubernur untuk berkantor di Muna. “Justru masyarakat Muna menantikan kehadiran gubernur di Muna untuk menyampaikan aspirasinya” ujar Zain.

Baca Juga :  JaDI Siap Laporkan KPU dan Bawaslu Kolaka Timur ke DKPP

Ia mengungkapkan terkait protokoler yang tak tahu adanya rencana tersebut adalah hal yang wajar, sebab menurutnya tidak semua agenda perjalanan gubernur harus melalui protokoler “Kapanpun gubernur akan ke Muna tidak masalah, dan Aman Center punya jalur khusus komunikasi dengan gubernur tanpa harus melalui protokoler” jelas Zain.

Zain mengungkapkan sebaiknya Humas Pemda Muna fokus menyiapkan diri untuk kedatangan gubernur. “Humas Pemda Muna seperti ketakutan dengan kehadirian gubernur ini aneh dan patut dicurigai agenda terselubungnya. Gubernur ke Muna ada dua agenda yakni agenda dinas dan agenda kultural” tambahnya.

Ia menjelaskan Gubernur akhir November akan ke Muna dan berkantor di beberapa kecamatan, pilihan pertama di Kecamatan Tongkuno “Jangan halangi masyarakat Muna mau bertemu dengan gubernur” tegas Zain.

Ia menyarankan sebaiknya Humas Pemda Muna memasang baliho dan spanduk menyambut kehadiran gubernur. “Tugas humas menyampaikan informasi positif bukan menyebar ketakutan” pungkasnya. (MA)

Komentar