Sambangi DPRD Kendari, DPRD Bau-Bau Konsultasi Penanganan Covid-19 

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari kembali mendapatkan kunjungan kerja (kunker) dari DPRD Kabupaten/Kota yang ada di Sulawesi Tenggara (Sultra). (Jumat, 03/07/2020).

Kali ini DPRD Kota Bau-Bau yang melakukan kunker ke Sekretariat DPRD Kota Kendari. Tujuannya tidak lain adalah konsultasi tentang peranan DPRD dalam penanganan Covid-19 di Kota Kendari.

Bacaan Lainnya

Rombongan Dewan Kota Bau-bau yang hadir berjumlah 10 orang yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Bau-bau, H. Kamil Adi Karim, SP. Rombongan tersebut diterima langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, LM Rajab Jinik D, S.Sos, M.Hum serta didampingi oleh Anggota DPRD Komisi II, M. Syaifullah Usman.

Turut hadir dalam konsultasi tersebut Kabag Keuangan Sekretariat DPRD Kota Kendari, Abdul Jamil, SE dan Kasubag Humas dan Protokoler, Bobi Adrian Sabara, SE.

Dalam kunjungannya, Wakil Ketua DPRD Kota Bau – Bau. H. Kamil Adi Karim, SP menyambut baik Konsultasi tersebut kerana dapat mempererat silahturahmi dan saling tukar informasi terkait penanganan Covid-19.

“Kita berharap DPRD Kota Kendari Dapat Berkunjung di Kota Bau – Bau sebagai Kunjungan Balasan,” harap Kamil.

Melalui kunker tersebut, Anggota DPRD Kota Bau – Bau mempertanyakan beberapa hal tentang peranan DPRD dalam penanganan Covid-19 di Kota Kendari. Diantaranya, bagaimana DPRD mendukung kebijakan Pemkot Kendari dalam proses belajar dari rumah bagi para pelajar dan kebijakan pemerintah terkait prosedur Covid pada madrasah atau pondok pesantren, bagaimana fungsi pengawasan DPRD dalam mendukung kebijakan Pemkot Kendari untuk memfilter warga pendatang di kota Kendari, dan Bagaimana DPRD mengawasi dana hasil recofucing yang di gunakan untuk penanganan Covid-19 di Kota Kendari sehingga tepat sasaran.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Rajab Jinik mengatakan terkaot proses belajar di rumah dilakukang dengan pendampingan dari orang tua sehingga penggunaan smartphone bisa lebih terkontrol dan mengenai kebijakan pondok pesantren DPRD harus melakukan konsultasi terlebih dahulu di kementrian agama karena merupakan kebijakan pusat.

“Untuk warga pendatang, pihak kami sering melakukan sidak pada pos penjagaan perbatasan Kota Kendari sehingga dapat melihat langsung bagaimana penjaringan yang di lakukan serta melihat kelengkapan alat pelindung dan kesejahteraan petugas penjaga Pos perbatasan,” ungkapnya.

Sedang untuk mengawasi penggunaan dana hasil recofucing, Rajab Jinik menyatakan DPRD Kota Kendari telah membentuk Pansus Covid-19 untuk menerima aspirasi dan keluhan masyarakat atau LSM terkait pemberian bansos di masyarakat.

Diketahui, pimpinan dan anggota DPRD Kota Bau-Bau yang turut hadir dalam kunjungan yakni Muh. Yumardin Haeruddin, SKM.,M.Kes, Muh. Ahadyat Zamani, ST.,MT, Drs. Laode Hadis, M.Si, H. Rusdin, S.Ip, Drs. H. Masri,.,M.Pd, Hj. Siti Suhura, S.Ag.,M.Pd, Laode Abdul Tamin, SH.,MH, Noor Gemilang Siradja, S.Ip dan Nur Aksa.

Konsultasi ditutup dengan Pemberian Cendramata DPRD Kota Kendari kepada DPRD kota Bau – Bau.

 

Pos terkait