Selaraskan Asta Cita Prabowo, Ya-Syam Geber Program ‘Konawe Bersahaja’ Lewat Swasembada Pangan

Konawe, Sultademo.co – Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Konawe, H. Yusran Akbar dan H. Syamsul Ibrahim (Ya-Syam), terus menunjukkan komitmennya dalam mengakselerasi pembangunan daerah.

Meski belum genap satu tahun memimpin, keduanya bergerak cepat menyelaraskan visi daerah “Konawe Bersahaja” (Berdaya Saing, Sejahtera, Adil, dan Berkelanjutan) dengan program Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto.

Bacaan Lainnya
 

Duet pengusaha muda dan politisi berpengalaman ini mengambil langkah strategis di sektor pangan. Konawe, yang selama ini dikenal sebagai lumbung beras Sulawesi Tenggara, kini didorong untuk memperluas komoditas unggulan melalui pengembangan palawija, khususnya jagung pakan.

“Pengembangan ini tidak hanya untuk menaikkan produktivitas pertanian, tetapi juga untuk mendorong kesejahteraan petani dan memperkuat status Konawe sebagai lumbung pangan strategis di Sulawesi Tenggara,” ujar Bupati Konawe, Yusran Akbar, Jumat (21/11/2025).

Kawasan Puriala, Lambuya, hingga Onembute kini disiapkan menjadi klaster utama pengembangan jagung pakan. Sebagai langkah awal, Pemkab Konawe telah mencanangkan penanaman perdana jagung hibrida seluas 75 hektare di Kecamatan Puriala.

Target besar pun telah dipasang. Yusran mengungkapkan program “Satu Desa, Sepuluh Hektare Jagung” akan mulai diimplementasikan secara masif pada tahun 2026.

“Ini wujud nyata dari Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yaitu membangun dari desa. Kenapa memilih jagung? Karena kita punya potensi lahan, sumber daya, dan kebutuhan nasional yang mendesak,” tegasnya.

Program pertanian ini juga diproyeksikan menjadi penopang utama program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program nasional tersebut membutuhkan pasokan bahan baku pangan yang besar, yang secara otomatis akan membuka peluang pasar baru bagi petani lokal.

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP), Kecamatan Puriala memiliki potensi lahan kering hingga 1.000 hektare. Jika target produktivitas rata-rata 5 ton per hektare tercapai, Konawe diprediksi mampu menghasilkan ratusan ribu ton jagung pada 2026.

“Kalau swasembada jagung tercapai, investor otomatis datang. Konawe akan jadi salah satu pusat industri pakan ternak nasional. Tapi ingat, keberhasilan itu bukan dari seremoni harus dibuktikan sampai panen,” wanti Yusran.

Selain fokus pada jagung, Pemkab Konawe juga menyalurkan bantuan benih buah dan sayuran serta sarana pendukungnya di Hotel Nugraha, Unaaha. Bantuan ini diberikan untuk menunjang ketersediaan gizi dalam program MBG 2025.

Melalui sinergi lintas sektor dan kerja keras para petani, pasangan Ya-Syam optimis mampu mewujudkan Konawe sebagai sentra agraris yang modern, mandiri, dan berkelanjutan.

Editor: Muhammad Sulhijah

Laporan: Jumardin

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait