Senat UHO Bakal Lakukan Penelusuran Dugaan Plagiat

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Dirjen Dikti Nizam akhirnya mengeluarkan rekomendasi pencoretan nama Muh Zamrun Firihu sebagai bakal calon (Balon) rektor UHO periode 2021-2025.

Dasar pencoretan Zamrun dilakukan setelah Dirjen Dikti menerima pengaduan masyarakat yang dinilai cukup fakta dan berdasarkan hasil review Tim Pencari Fakta ditemukan dugaan tindakan plagiat oleh Rektor UHO tersebut.

Bacaan Lainnya

Rekomendasi itu, tertuang dalam surat bernomor:
0263/E.E4/KP.07.00/2021 tertanggal 15 April 2021 perihal Tindaklanjut Pengaduan Masyarakat, diteken langsung Dirjen Dikti Kemendikbud, ditujukan kepada Ketua Senat UHO.

Menanggapi surat rekomendasi tersebut, Ketua Senat UHO, Prof. Takdir Saili membenarkan bahwa surat itu diterbitkan oleh Kemendikbud Dirjen Dikti.

“Surat rekomendasi itu dikeluarkan tanggal 15 dari Dikti dan diterima tanggal 16 April 2021 . Jadi ini kalau mau jujur, ini ternyata setelah kita lihat ini adalah dugaan plagiat ini merupakan kasus yang lama tahun 2017,” tuturnya.

Jika terbukti bersalah, kata Takdir maka akan di lakukan penjaringan ulang.

“Untuk keputusannya kami belum tau nanti . Untuk plagiat atau tidaknya itu nanti melibatkan Senat dan Dikti,” ujarnya.

Dalam peraturan pemerintah (Permen) nomor 17 tahun 2010, tertera dengan jelas bahwa senat yang bertenggung jawab penuh dalam mencabut maupun melanjutkan bakal calon Rektor di suatu Universitas.

“Seharunya dalam isi rekomendasi dalam hal ini dirjen dikti ada dugaan plagiat dan yang menentukan akhir oleh permen itu adalah senat bukan siapa -siapa,” tuturnya saat di hubugi via celuller senin malam,

Atas kejadian tersebut, kata Takdir Tim Senat UHO akan melakukan penelusuran untuk mengetahui kebenaran dari dugaan plagiat yang dilakukan salah satu Balon tersebut.

“Kami akan melakukan penyidikan benar apa tidaknya dugaan plagiasi tersebut. Selain itu memberikan kesempatan kepada zamrun untuk mengklarifikasi. Kita akan lakukan pemeriksaan 7 atau sampai 10 hari apakah dia plagiat atau tidak,” pungkasnya.

Laporan : Ilfa

Pos terkait