Sitya Giona : Masjid Al Alam Dulu Diprotes, Sekarang Menjadi Icon Kendari

  • Whatsapp
Sitya Giona Nur Alam

Kendari, Sultrademo.co – Masjid Al Alam yang dibangun di tengah Teluk Kendari sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra). Masjid tersebut sudah menjadi icon dan daya tarik Kota Kendari.

Masjid yang kerap disebut sebagai masjid terapung ini dibangun dimasa Gubernur H. Nur Alam. Dibangun sejak 2010 lalu dan tuntas pengerjaannya pada 2018.

Bacaan Lainnya

Dulu diawal gagasan dan pembangunan Masjid Al Alam mendapat tantangan dan berbagai protes dari sebagian kelompok masyarakat Kota Kendari. Namun, Nur Alam tetap yakin pembangunan Masjid Al Alam dilanjutkan.

Kendati mendapatkan penolakan, namun Nur Alam terus memperjuangkan dan ngotot untuk merealisasikan program tersebut. Sebab, ia meyakini pembangunan rumah ibadah tersebut akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Sultra pada umumnya dan Kota Kendari khususnya.

“Alhamdulillah sekarang ini sudah dapat dirasakan manfaatnya untuk kepentingan ibadah umat Islam sekaligus menjadi land mark Kota Kendari di tengah teluk yang indah dan alami,” ujar putri Nur Alam, Sitya Giona Nur Alam. Saat dihubungi via telepon kepada Sultrademo.co, Rabu (30/6/2021)

Saat ini, Masjid ini juga menjadi icon dan daya tarik ibu kota Sultra yaitu Kota Kendari dan selalu dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai daerah dan masyarakat dalam dan luar Kota Kendari.

Tampilan masjid yang memiliki nilai estetika tinggi membuat Masjid Al Alam menjadi karya monumental di Sultra.

Memiliki fungsi tidak hanya tempat ibadah tetapi lebih luas menjadi tempat wisata religi dan wisata alam lainnya. Halamannya pun menjadi tempat jogging track.

Ketua Malahayati NasDem Sultra, Sitya Giona Nur Alam mengungkapkan, Masjid Al Alam sekarang menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan bergengsi tingkat nasional yaitu Munas Kadin Indonesia, berkumpulnya para pelaku dan pemilik perusahan-perusahaan nasional Indonesia.

“Semoga semua anugrah dan karunia dari Allah untuk kita bisa membangun masjid ini, senantiasa akan selalu disyukuri oleh seluruh masyarakat dan jajaran pemerintah daerah Sultra,” tuturnya.

“Jangan takut membuat gagasan walaupun rintangan menghalau selama untuk kemaslahatan publik, maka ucapkan Bismillah dan kerjakan dengan tulus tanpa pamrih. Itu pesan ayah saya kepada kami anak-anaknya,” ucap Sitya Giona Nur Alam.

Masjid Al Alam pada dasarnya adalah tempat beribadah bagi umat Islam, namun sejak berdirinya bangunan monumental tersebut sangat berpotensi menjadi destinasi wisata.
Olehnya itu seluruh pihak ikut berinovasi,beradaptasi dan berkolaborasi untuk menjadikan masjid sbg daya tarik wisata ekonomi kreatif.

Laporan : Ilfa
Editor : AK

Pos terkait