Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM), Rabu (2/8/2023). Hal itu dilakukan sebagaia upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan serta pengendalian inflasi di Kota Kendari.
“Gerakan pangan murah ini adalah untuk menghadirkan dan lebih mendekatkan tempat penjualan serta menstabilkan harga bahan pangan di tengah – tengah masyarakat,” ujar Kepala Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan Dinas Ketapang Sultra, Rosmini, Kamis (3/8/2023).
Kegiatan yang diselenggarakan di halaman Kantor Dinas Ketapang Sultra ini dilaksanakan selama dua hari mulai tanggal 2 sampai 3 Agustus 2023.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sultra, Ari Sismanto menyampaikan kegiatan ini bekerja sama dengan Darma Wanita Persatuan.
“Gerakan pangan murah ini bertujuan untuk menstabilkan harga bahan pokok dan pangan strategis yang terus bergejolak di pasar. Sehingga kita berharap dengan adanya gerakan pangan murah ini masyarakat kita bisa memenuhi kebutuhan pokok dan kebutuhan strategisnya. Tentunya berbelanja dengan harga yang lebih murah sehingga dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga,” paparnya.
Dikatakannya, inflasi Sultra yang di rilis pada 1 Agustus 2023, bahwa data per Juli 2023, inflasi nasional berada di angka 3,08 dan untuk Sulawesi Tenggara berada di angka 3,52 persen. Tentunya angka ini jauh lebih rendah di bandikan pada bulan lalu sepanjang Oktober sampai Agustus.
‘’Inilah capaian terendah kita beradah di angka 3,52 persen kita selalu bertengker di atas angka 5 bahkan pernah tembus di angka 7,39 persen, pada bulan juli 2023 kita berada di angka 3,52 persen ini dipantau dari dua titik yakni kota kendari berada di angka 3,7 persen dan kota bau-bau berada di angka 2,95 persen’’ jelasnya
“Inflasi ini masih lebih tinggi di bandingkan nasional, ada beberapa komoditas yang masih mempengaruhi tingginya inflasi kita antara lain trasportasi udara berkontribusi 0,09 persen, ikan cakalang berkontribusi 0,05 persen, biaya pendidikan dan juga mempengaruhi inflasi dengan 0,05 persen,” lanjutnya.
Lanjut, kata Ari, alasan komoditas ikan-ikanan yang saat ini lagi tinggi dikarenakan ombak yang sedang tinggi sehigga mempengaruhi hasil tangkap nelayan.
Berikut ini daftar bahan pangan yang disediakan:
1. Beras Medium 5 kg dengan harga Rp 45.000;
2. Beras Premium 5 kg dengan harga Rp 60.000;
3. Minyak goreng camar 1 Liter dengan harga Rp 16.000;
4. Minyak Fortuner 2 Liter dengan harga Rp 38.000;
5. Minyak Kita 2 Liter dengan harga Rp 28.000;
6. Gula Pasir 1 Kg dengan harga Rp 14.000;
7. Telur Ayam Ras dengan harga Rp 57.000;
8. Bawang Putih 1 Kg dengan harga Rp 40.000;
9. Bawang Merah 1 Kg dengan harga Rp 25.000;
10. Cabai Rawit 1 Kg dengan harga Rp 60.000;
11. Cabai Merah Keriting dengan harga Rp 20.000;
12. Ayam Potong dengan harga Rp 60.000.
Laporan: Muh Sulhijah
 






