Stok Menipis, Dinkes Berhentikan Layanan Vaksinasi Dosis Satu

Ketgam : Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, dr.Rahminingrum

Kendari, Sultrademo.co – Layanan penyuntikan vaksinasi Covid-19 dosis satu terpaksa dihentikan oleh Dinas Kesehatan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pemberhentian ini terpaksa dilakukan sebab stok vaksin saat ini menipis.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari Rahminingrum mengatakan saat ini stok vaksin yang ada hanya sekitar 14.000 dosis yang tersebar di 15 puskesmas dan Dinas Kesehatan kota.

Bacaan Lainnya
 

Semua posko vaksinasi Dinkes Kendari yang tersebar di 15 puskesmas milik Pemerintah Kota dan Dinas Kesehatan sendiri hanya melayani penyuntikan dosis kedua.

“14.000 dosis tersebut kami alokasikan semuanya untuk dosis kedua,” kata Rahminingrum.

Ia menyampaikan, pemberian vaksinasi dapat dilakukan kepada orang yang dalam keadaan darurat seperti hendak melakukan perjalanan ke luar daerah dan membutuhkan sertifikat vaksinasi.

“Dosis pertama betul-betul darurat, masyarakat yang membutuhkan sertifikat vaksin utamanya untuk keperluan perjalanan tapi dengan melampirkan tiket perjalanan,” ujarnya, Rabu (14/7).

Meski demikian, pihaknya memastikan jika stok vaksin kembali tersedia ke depannya, maka pemberian vaksinasi kepada seluruh masyarakat khususnya dosis satu akan kembali dilakukan.

“Wali Kota Kendari telah bersurat ke Gubernur Sulawesi Tenggara untuk permintaan stok vaksin ke pemerintah pusat,” bebernya.

Dengan kondisi ini, Rahminingrum berharap masyarakat tetap bersabar karena pihaknya akan memastikan semua warga di kota itu akan benar-benar mendapatkan vaksinasi sebagai upaya meningkatkan imun tubuh dari pandemi COVID-19.

“Kondisi di Kota Kendari sekarang memprioritaskan untuk vaksinasi dosis kedua, tetapi begitu kami mendapatkan tambahan vaksin kami akan segera membuka seluas-luasnya vaksin seperti biasa,” tandasnya.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait