Tanggapi Kasus Jurnalis Sadli Saleh, Sandiaga Uno : Pemimpin Tidak Boleh Baper, Harus Terima Kritikan

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo co – Penahanan dan proses pengadilan atas wartawan liputanpersada.com, Moh Sadli Saleh (33), yang dipenjara karena mengkritik kebijakan Bupati Buton Tengah (Buteng), Samahuddin, patut direspon serius sebagai suatu ancaman bagi kebebasan pers dan demokrasi.

Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua Dewan Pembina Partai ( DPP) Gerindra Sandiaga Uno mengatakan, insan pers  adalah mitra pembangunan, dimana pers ialah salah satu pilar demokrasi sehingga patut untuk dilindungi.

Bacaan Lainnya

“Pers ini akan hadir memberitakan berita yang akurat membangun satu narasi yang positif, menghadirkan optimisme dan sebagai mitra tentunya kita harus melindungi insan-insan pers,”ujarnya

Ditegaskannya, bagi siapapun agar tidak melakukan kekerasan kepada insan pers,  diharapkan juga kepada aparat hukum untuk melindungi jurnalis.

“Berita-beritalah yang bisa menjadi kontrol sosial pembangunan kita, jangan sampai ada kasus-kasus kriminalisasi wartawan seperti ini lagi,”ujar mantan Calon Wakil Presiden RI disalah satu hotel kendari (10/2/2020)

Terlebih lagi, kata Sandi, saat ini, harusnya kepala daerah, mampu menerima segala masukan dan kritikan baik itu positif maupun negatif.

“Kritik yang konstruktif, kritik-kritik yang mungkin kadang-kadang kita bisa tersinggung tapi ini adalah bagian dari posisi kita sebagai pimpinan sebagai bagian dari masyarakat,” jelasnya.

“Kita ngga boleh juniper atau julit, nyinyir dan baper, harapan saya aspirasi masyarakat anggap saja sebagai kecintaan kita kepada Indonesia yang lebih baik,” tutupnya.

Laporan : Ilfa

Editor : Ang

Pos terkait