Kendari, Sultrademo.co – Suasana haru menyelimuti Auditorium Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Minggu (24/8/2025), saat prosesi persemayaman jenazah Rektor UHO, Prof. Armid, digelar dengan penuh khidmat.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, hadir langsung dalam upacara tersebut dan menyampaikan ungkapan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya sosok pemimpin akademisi yang baru saja dipercaya memimpin UHO.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Saya, Gubernur Sulawesi Tenggara, atas nama Pemerintah Provinsi Sultra dan keluarga besar Universitas Halu Oleo, dengan berat hati namun penuh keikhlasan menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Prof. Armid. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pengabdian beliau selama memimpin UHO,” ujar Gubernur dalam sambutannya.
Andi Sumangerukka menyebut almarhum sebagai figur yang memiliki dedikasi tinggi dalam memajukan pendidikan di Sulawesi Tenggara. Ia juga menyampaikan permohonan maaf setulus-tulusnya atas segala khilaf Prof. Armid semasa hidupnya, baik dalam hubungan kerja maupun interaksi sosial.
“Kami berdoa semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi ujian ini,” tambahnya.
Prosesi pelepasan jenazah turut dihadiri jajaran pimpinan universitas, civitas akademika, mahasiswa, keluarga besar almarhum, masyarakat, hingga sejumlah pejabat daerah. Rangkaian penghormatan terakhir berlangsung penuh haru, ditandai dengan penyerahan jenazah secara simbolis oleh Gubernur kepada pihak universitas.
Diketahui, Prof. Armid baru saja terpilih sebagai Rektor UHO periode 2025–2029 dan resmi menjabat sejak 1 Agustus 2025. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai akademisi berdedikasi tinggi dengan karya-karya yang memberi kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di Sultra.
Jejak pengabdian Prof. Armid akan terus dikenang, menjadi teladan sekaligus inspirasi bagi generasi penerus, terutama di lingkungan akademik Universitas Halu Oleo dan masyarakat Sulawesi Tenggara.
Laporan: Arini Triana Suci R
Editor : UL







