Terkait Konflik Titik Jetty, PT. PPT Minta Pihak ESDM dan Pemda Turun Langsung Ke Lokasi Tambang

  • Whatsapp

Boenaga, (SultraDemoNews) – Sampai saat ini polemik terkait dua titik koordinat jetty PT. Paramitha Persada Tama (PPT) dengan PT. Daka Groub terus bergulir. Pihak PT. PPT pun meminta kepada pihak terkait untuk mengecek langsung keadaan lokasi.

Manager Legal PT. Paramita Persada Tama, Andi Muh. Safriansyah mengatakan ada pergeseran pemindahan titik jeti kurang lebih 90 meter, dari pinggir jetty Paramitha keluar ke Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. Daka itu kurang lebih 70 meter sebatas IUP dan IUP PT. Daka Groub berada dilaut.

Bacaan Lainnya

“Jadi dari pinggir jeti paramitha keluar dari IUP Daka kurang 90m dan itu laut. Apakah dilarang beraktivitas dilaut karna ada IUP mereka? Saya rasa tidak karna aturan hukum laut itu tidak masuk dalam aturan esdm,” ungkapnya.

“Mestinya pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM) sebagai orang tua perusahaan tambang harus jadi penengah saat anak-anak dibawahnya terjadi konflik, jadi kita melihat disini bahwa pihak ESDM dalam hal ini adalah Kabid Minerba (Yusmin), terlihat terjadi pilih kasih seolah-olah PT. PPT selalu disalahkan dan apa yg dilakukan PT. Daka Groub itu benar”

Ia juga menegaskan seharusnya Pemerintah Daerah (Pemda) Sultra melalui ESDM memanggil pihak-pihak terkait untuk membahas masalah yang terjadi saat ini dan sama-sama turun lapangan melihat langsung apa yang terjadi sebenarnya.

“Kalau memang ini akan terus berlanjut dan mengancam akan menutup PT. Paramitha jangan salahkan saya klw saya membawa masyarakat Boenaga dan Boedingi lebih 400 orang karyawan saya kami akan menduduki ESDM dan meminta mereka memberi makan kepada karyawan kami,” tegasnya.

Laporan : Aryani fitriana

  • Whatsapp

Pos terkait