Kendari, SultraDemoNews- Mantan Calon Gubernur Sultra, Asrun, dan mantan Walikota Kendari, Adriatma Dwi Putra akhirnya mendapat keringanan menjalani masa tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kendari.

Hal itu seiring dengan keputusan Pengadilan Tindak Pidana Tipikor yang memvonis bersalah Asrun, dan ADP menerima suap dari pengusaha Hasmun Hamzah pemilik perusahaan PT Sarana Bangun Nusantara (SBN) sebesar Rp.6,8 miliar.

Keduanya divonis 5 tahun 6 bulan penjara, ditambah denda Rp250 juta subsider 3 bulan kurungan. Selain itu, keduanya juga dicabut hak politik untuk dipilih sebagai pejabat publik selama 2 tahun yang dijalani setelah keduanya bebas dari masa hukuman.

sultrademo

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa 8 tahun penjara, denda 500 juta dan pencabutan hak politik selama 3 tahun.

Sementara, Fatmawati Faqih oleh majelis hakim divonis 4 tahun 8 bulan serta denda Rp.250 juta subsider 3 bulan penjara.

Pantauan awak media, Asrun dan ADP tiba di Bandara Haluoleo tepat pukul 07. 48 Wita menggunakan peswat Batik Air.

Baca Juga :  Tingkatkan Koordinasi di Lapangan, Basarnas Kendari Gelar Latihan SAR Daerah di Pulau Bokori

Nampak ADP menggunakan Baju kaos oblong, dan Asrun menggunakan jaket hitam. Keduanya nampak bugar dan sehat, sementara itu, istri dari kedua mantan pejabat pemkot itu tidak kelihatan menyambut kedatangan sang suami.

Yang nampak kelihatan adalah keluarga dan kerabat dekat datang menyambut dengan isak tangis serambi mengucapkan takbir.

“Takbir, Takbir, Takbir, teriak kerabat, dan keluarga yang sesekali dijawab asrun dengan lafadz Allahu Akbar.

Tidak ada satu kata yang keluar dari keduanya, wartawan yang hendak wawancara tidak mendapat ruang. Sebab, saat tiba keduanya langsung dimasukan dalam mobil tahanan menuju Lapas. (AK)

Komentar