Tim Wantanas Ditolak Masuk Ke PT VDNI dan OSS

Kendari, Sultrademo.co – Tim Sekretariat Jenderal (Setjen) Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) Republik Indonesia (RI) rencananya akan melakukan kunjungan di PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan Obsidian Stainless Stel (OSS) di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) namun di tolak oleh pihak PT VDNI dan OSS dengan alasan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19).

Setelah kunjungan mereka di tolak olek PT VDNI dan OSS, mereka pun memilih bertandang di Kantor Bupati Konawe Syaiful Kerry Konggoasa untuk melakukan audensi. Namun, Bupati Konawe berada di luar kota. Sehingga Tim Wantanas di temui oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe.

Bacaan Lainnya

Pembantu Deputi Bidang Urusan Lingkungan Alam Wantanas Republik Indonesia Brigjen TNI Karev Marvaung, S. Sos, MM mengatakan, pihaknya kecewa dan merasa tidak dihargai akibat pihak management PT VDNI dan OSS yang menolak kunjungan mereka di perusahaan pabrik pemurnian bijih nikel tersebut.

“Kecewa saja sih wajar. Semua tidak diizinkan masuk pasti kecewa karena seperti ini ada sesuatu yang ditutupi, ini kan ngga boleh, negara Indonesia negara hukum, negara berdasarkan hukum,”ujarnya kepada awak media, Rabu (25/11/2020)

Ia berharap, pihaknya dapat masuk dan berkunjung di areal perusahaan PT VDNI dan OSS. Pihaknya mengerti dan memahami betul dengan alasan adanya situasi Covid-19.

“Kami tetap menggunakan protokol kesehatan dan kami juga tidak akan banyak dan kami tetap jaga jarak, kami ingin melihat, kan di ruangan terbuka alasan covid-19 kami tidak boleh masuk, yah saya berpikir ini suatu kondisi yang memang kurang kondusif dan bahkan kami dapat informasi dari Sekda tadi, bukan kami saja yang di tolak, Pemda pun dilarang masuk sangat tertutup sekali,” ujarnya.

Karev mengatakan, kunjungan mereka sangat penting dalam rangka mendorong ketahanan pangan, ketahanan mineral dan energi.

“Yang kita tau nikel itu bisa di manfaatkan untuk baterai lithium kan suatu pengganti energi, tentu kami ingin melihat secara fisik, bagaimana pelabuhannya, bagaimana penerimaannya, apa saja yang diterima apa saja yang di tolak berapa banyak yang di olah hasilnya di apakan,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya juga akan melaporkan kepada pimpinan Wantanas atas penolakan kunjungan dari PT VDNI dan OSS.

“Masalah ketutupan mereka kami akan laporkan pada pimpinan, supaya tidak ada yang perlu ditutupi. Kami tidak mempunyai kewenangan, tapi kami hanya memberikan laporan kepada pimpinan kami, tidak ada yang harus di tutupi kalau sesuatu yang ditutupi ada sesyatu yang ngga baik harus terbuka saja. Yah saya pikir walaupun kami tidak di terima katanya kami mau di terima di kendari, tapi kami datang kesana kami akan lihat secara fisik,” kata Karev.

Ia berharap, keberadaan PT VDNI dan OSS bisa menjadi perusahaan yang dapat bekerja sama dengan pemerintah pusat, untuk negara, pemerintah daerah dan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia khususnya di Sultra.

“Kami ingin melihat data-data itu, kami akan rumuskan sampai sejauh mana tata kelola nikel yang ada didaerah ini,” pungkasnya.

Laporan : Ilfa
Editor : MA

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait