Transfer Pusat Berkurang, BPKAD Konawe Minta OPD Kreatif Gali PAD di 2026

Konawe, Sultrademo.co Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Konawe menggelar Sosialisasi Rancangan Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026, Kamis (11/12/2025). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala BPKAD Konawe, Santoso, S.E., di Aula BPKAD setempat.

Agenda tersebut dihadiri oleh pejabat penatausahaan keuangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan kecamatan se-Kabupaten Konawe, pejabat struktural, serta tim penyusun anggaran.

Bacaan Lainnya
 

Dalam sambutannya, Santoso menyampaikan perkembangan terkini terkait dokumen APBD 2026. Saat ini, dokumen tersebut masih dalam tahap evaluasi di tingkat provinsi.

“Kami berharap proses evaluasi dapat diselesaikan pada 31 Desember. Sehingga, Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan berbagai SK terkait dapat ditetapkan pada 2 Januari nanti,” ujar Santoso.

Santoso menekankan pentingnya sosialisasi ini karena tahun 2026 merupakan tahun kedua pelaksanaan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Konawe, yakni “Membangun Desa Menata Kota”. Oleh karena itu, setiap OPD diminta menyesuaikan program kerjanya dengan arah kebijakan pembangunan daerah tersebut.

Lebih lanjut, Santoso mengungkapkan tantangan yang dihadapi pada tahun anggaran 2026. Kondisi keuangan daerah mengalami penyesuaian akibat berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat.

Situasi ini berdampak pada ruang fiskal daerah yang menjadi lebih terbatas. Sebagian besar anggaran masih tersedot untuk belanja pegawai dan kebutuhan wajib lainnya.

“Prioritas belanja tetap diarahkan pada pemenuhan gaji ASN, PPPK, pegawai paruh waktu, serta penyesuaian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sesuai kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Santoso mendorong seluruh ASN untuk mendukung program pembangunan desa dan penataan kota. Ia juga meminta OPD agar lebih kreatif dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“OPD harus lebih kreatif menggali potensi PAD, termasuk potensi-potensi kecil yang selama ini belum dioptimalkan,” tegas Santoso.

Dalam sosialisasi ini, para peserta mendapatkan penjelasan teknis mengenai mekanisme penyusunan anggaran, prioritas pembangunan, serta penguatan aspek transparansi dan akuntabilitas keuangan. Forum ini juga menjadi wadah diskusi terkait penerapan pedoman terbaru.

Melalui kegiatan ini, BPKAD Konawe berharap seluruh perangkat daerah dapat mengimplementasikan pedoman penyusunan anggaran dengan baik, sehingga APBD Tahun 2026 dapat berjalan lancar, tepat waktu, dan sesuai regulasi.

Laporan: Muhammad Sulhijah

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait