Kendari, Sultrademo.co – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir. Hugua, M.Ling., hadir dalam prosesi Wisuda Universitas Halu Oleo (UHO) Periode April–Juli 2025 yang berlangsung di Auditorium Mokodompit, Kampus Hijau Anduonohu. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan kuat kepada para lulusan untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah melalui pemanfaatan ilmu dan nilai integritas.
Hugua hadir mewakili Gubernur Sultra, bersama sejumlah pejabat daerah seperti perwakilan Ketua DPRD, Forkopimda, Wali Kota Kendari, Rektor dan jajaran pimpinan UHO, serta civitas akademika.
Di hadapan ribuan peserta wisuda, Hugua menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada para lulusan dan orang tua yang telah berjuang hingga anak-anak mereka meraih gelar akademik. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari peran dan doa keluarga.
“Atas doa, di belakangnya pasti ada cucuran keringat Bapak, Ibu, dan Wali. Semoga anak-anak kita sukses, dan Alhamdulillah hari ini lahir tokoh-tokoh muda baru untuk membangun daerah,” ucap Hugua.
Ia juga memberikan ucapan selamat kepada Rektor UHO yang baru dilantik, Prof. Armid, S.Si., M.Si., D.Sc., seraya berharap di bawah kepemimpinannya, UHO semakin unggul dalam pengembangan ilmu dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap kepemimpinan Rektor yang baru dapat meningkatkan kualitas dan daya saing UHO ke depan,” katanya.
Lebih lanjut, Hugua menantang para wisudawan untuk mengimplementasikan ilmunya dengan sikap jujur dan bertanggung jawab, bukan sekadar menggenggam ijazah semata.
“Ujian yang sesungguhnya adalah bagaimana ilmu itu bermanfaat, bukan hanya untuk keluarga, tetapi juga untuk kampung, provinsi, bahkan bangsa ini,” tegasnya.
Mengenang masa kuliahnya di UHO, Hugua membagikan kisah perjalanan hidupnya sebagai mahasiswa hingga menjabat berbagai posisi strategis, termasuk Bupati Wakatobi dan anggota DPR RI.
Ia menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam mendukung visi pembangunan Sultra melalui konsep Tricita ASR-Hugua: Sultra Maju, Aman, Sejahtera, dan Religius. Menurutnya, makna aman berarti sinergi antar lembaga berjalan baik, sejahtera berarti negara hadir untuk rakyat, dan religius menandakan hidup yang dilandasi integritas dan inovasi.
Hugua menegaskan bahwa pembangunan Sultra berfokus pada empat pilar: pendidikan, kesehatan, agro-maritim, dan infrastruktur.
Untuk mendukung pilar-pilar ini, ia menyoroti tiga sektor unggulan yang akan menjadi motor penggerak ekonomi:
1. Industri hilirisasi berbasis agroindustri untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian.
2. Industri turunan berbasis SDA yang menciptakan peluang inovatif dan lapangan kerja bagi lulusan.
3. Pariwisata, dengan Wakatobi sebagai kawasan strategis nasional dan didukung tujuh wilayah penyangga.
“Wisudawan harus mengambil peran dalam sektor-sektor ini agar Sulawesi Tenggara mampu bersaing dan berdaya saing tinggi,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Hugua mengingatkan bahwa tantangan sebenarnya baru dimulai setelah wisuda.
“Anda memasuki dunia nyata yang sesungguhnya. Kami percaya bahwa 5–10 tahun ke depan, tongkat kepemimpinan daerah ini ada di tangan Anda. Ayo bersama kita majukan Sulawesi Tenggara, Indonesia, dan dunia,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor UHO, Prof. Armid, dalam arahannya menegaskan bahwa wisuda bukan akhir dari proses pendidikan, tetapi awal dari pengabdian.
“Gunakan ilmu yang diperoleh untuk kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa,” pesannya.
Pada periode ini, UHO meluluskan 1.902 wisudawan dari 14 fakultas dan Program Pascasarjana. Prosesi wisuda dilaksanakan dua hari, yakni 5–6 Agustus 2025, dengan 954 lulusan di hari pertama dan 948 di hari kedua. Lulusan terbaik tingkat universitas diraih oleh Ketut Widiantari, mahasiswa PGSD FKIP, dengan IPK 3,89.
Prof. Armid juga menekankan pentingnya Tracer Study untuk memantau jejak karier alumni dan mengajak lulusan mengisi data pada laman tracer.uho.ac.id.
Mengakhiri sambutannya, ia berpesan kepada para alumni untuk menjaga nama baik almamater dan menjadi pribadi bijak serta berintegritas.
“Kecerdasan akan membuat kalian dihormati, tapi kebijaksanaan akan membuat orang lain meneladani,” tutupnya.
Laporan: Arini Triana Suci R
Editor : UL







