Yusmin : Perusahaan Tambang Yang Lakukan Penjualan Nickel Ore Secara Ilegal Akan Dihentikan Operasinya

  • Whatsapp

SULTRADEMO.CO, KENDARI – Sebanyak 22 perusahaan pertambangan di sejumlah daerah di Sultra dihentikan operasinya oleh Dinas ESDM Sultra mulai Senin (11/02/2019). Hal ini merupakan imbas dari ulah perusahan yang melakukan penjualan Nickel Ore  tidak melalui surat-surat keterangan verifikasi.

Di antara 22 perusahaan tersebut yaitu PT. Adhi Kartiko Pratama, PT. Bumi Karya Utama, PT. Bosowa Mining, CV. Unaaha Bakti, PT. Manunggal Sarana Surya Pratama, PT. Konutara Sejati, PT. Karyatama Konawe Utara, PT. Makmur Lestrai Primatama, PT. Paramitha Persada Tama, PT. Tristaco Mineral Makmur, PT. Roshini Indonesia, PT. Pertambangan Bumi Indonesia, PT. Tiran Indonesia, PT. Integra Mining Nusantara, PT. Baula Petra Buana, PT. Macika Mada Madana, PT. Ifisdeco, PT. Wijaya Inti Nusantara, PT. Generasi Agung Perkasa, PT. Jagat Rayatama, PT. Sambas Minerals Mining serta PT. Tonia Mitra Sejahtera.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang (Kabid) Mineral dan Batubara (Minerba) Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sultra, Yusmin mengungkapkan bahwa saat ini banyak aktivitas pertambangan ilegal dan perusahaan-perusahaan pertambangan yang tidak memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Ia bahkan berharap agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun untuk memeriksa IUP perusahaan yang melakukan penjualan nickel ore tanpa Surat Keterangan Veriikasi (SKV) tersebut.

“Sudah sewajarnya memang KPK turun langsung ke Sultra, Kita punya wilayah yang luas tapi sekarang sudah lebih luas IUP,” Ungkapnya kepada awak media.

Ia bahkan mencatat, sejak bulan Januari 2019 sudah ada pengiriman sekitar 172 lebih kapal ponton ore nikel oleh 22 perusahaan tersebut yang diantaranya 10 kapal merupakan ekspor ke luar negeri. Ia juga mengungkapkan kelalaian dua syahbandar yang melepaskan kapal-kapal ini yakni Syahbandar Konawe Utara (Konut) dan Konawe Selatan (Konsel).

“Saya sudah memberitahu syahbandar, hati-hati anda bisa dipidana, karena anda melepas kapal yang tidak jelas asal-usulnya, karena kita tidak tahu dimana mereka ambil ore nikel” Ungkapnya.

Laporan : Aryani fitriana

Pos terkait