3 Karateker  KNPI Kolut Diminta Tunda Musda Bersama

  • Whatsapp
Ketgam : Wakil Ketua DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kolaka Utara (Kolut), Haeruddin.

Kendari, Sultrademo.co – Menghadapi Musyawarah Daerah (Musda) bersama KNPI Kolaka Utara, Wakil Ketua DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kolaka Utara (Kolut), Haeruddin, meminta 3 karateker menunda Musda Bersama dan kompak melaksanakan Musda.

Ia menyarankan, panitia musda bersama, Steering Comite (SC) beserta beberapa pengurus karateker menunggu SK definitif DPD tingkat I KNPI Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terlebih dahulu, sembari mempersiapkan secara maksimal pelaksanaan Musda Bersama.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, Musda Bersama yang telah dilaksanakan oleh DPD tingkat I KNPI Provinsi Sultra, hingga hari ini tak kunjung mendapatkan SK definitif.

“Saya melihat 3 karateker ini tidak kompak dalam melaksanakan musda bersama. Sambil menunggu hasil SK defenitif ditingkat I KNPI Provinsi, baru dilaksanakan musda,” ucap Haeruddin melalui pesan WhatsAppnya, Jumat (30/7).

Haeruddin menjelaskan, hal ini diusulkan sembari memperhitungkan segala persoalan yang akan terjadi, sehingga tidak lagi terdapat konflik berkepanjangan pada internal KNPI.

“Musda bersama itu melahirkan solusi atas konflik yang terjadi di internal KNPI, bukan merawat konflik. Kita juga berupaya bersama agar hasil musda tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Harusnya kita tidak terburu-buru sehingga tidak menimbulkan perspektif yang kurang baik dimata sebagian pemuda,” tandasnya.

Terlebih lagi, saat ini seluruh daerah Sultra masih dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sehingga pihak KNPI harus menghormati dan menaati peraturan pemerintah setempat.

“Karena dalam Musda Bersama ini ada 3 karateker, 1 karateker terdiri dari 15 kecamatan berarti ada 45 kecamatan yang akan hadir. Belum lagi masuk OKP yang sudah mendaftar, ada sekitar 42 OKP. Ini belum mendaftar secara keseluruhan. Artinya tentu akan mengundang kerumunan massa yang banyak,” tutur Haeruddin.

“Kemudian berbicara legalitas musda ditingkat II, siapa yang memberi legalitas jika ditingkat I belum selesai? Harusnya diclearkan dulu baru kita bermusda, sambil melihat kondisi Covid-19 yang merajalela ini betul kondusif,” tambahnya.

Jika Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) tetap akan dilaksanakan pada hari Sabtu (31/7) dan Musda pada Selasa (3/8), ia berharap Musda Bersama tersebut dapat terlaksana dengan baik.

“Kita berharap musda bersama ini maksimal dan pemuda bergandengan tangan untuk KNPI yang lebih progersif, inovatif dan aktif, sehinggah melahirkan ide-ide sesuai kondisi dan kebutuhan daerah, kalau perluh secara nasional,” tutupnya.

Writer : Luthfi Badiul Oktaviya
Editor : AK

Pos terkait