AJI Kendari Gelar Pelatihan Kesetaraan Gender dan Keamanan Jurnalis

Kendari, Sultrademo.co – Lanskap media di Indonesia masih sangat didominasi oleh maskulitas. Akibatnya, jurnalis dan pekerja media perempuan rentan mengalami diskriminasi gender. Kondisi ini juga terjadi di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Perkembangan media di Sultra yang terdiri dari 17 wilayah administratif mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu berdampak secara langsung pada jumlah jurnalis yang bertambah, pun pada jurnalis perempuan yang bekerja di media.

Bacaan Lainnya
 

Hasil riset oleh Pemantau Regulasi dan Regulator Media (PR2Media) dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengungkapkan, masih ada diskriminasi gender terhadap jurnalis perempuan di tempat kerja dalam hal remunerasi, kenaikan jabatan, hak cuti, hak melahirkan, tunjangan kesehatan, dan kesempatan untuk berkontribusi di ruang redaksi.

Jurnalis perempuan juga menghadapi pekerjaan ekstra tanpa adanya insentif, eksploitasi tubuh oleh redaksi supaya mendapatkan wawancara dengan narasumber tertentu, dan masih banyak lagi persoalan lain di media dan ruang redaksi yang dihadapi jurnalis perempuan.

Terkait adanya berbagai persoalan itu, penting bagi media dan jurnalis perempuan mengetahui dan memahami apa yang menjadi peran dan haknya sebagai pekerja. Untuk itu, AJI Kendari didukung
oleh AJI Indonesia dan Norsk Journalistlag menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan tentang gender serta keselamatan dan keamanan jurnalis.

Sebanyak 20 orang jurnalis, yang didominasi perempuan dari berbagai media di Kota Kendari mengikuti pelatihan Kesetaraan Gender dan Keamanan Jurnalis ini, yang diselenggarakan di salah satu hotel di Kendari pada Jumat-Sabtu, 7-8 Oktober 2022.

Ketua AJI Kendari Rosniawanti mengatakan, pelatihan yang diberikan sangat penting, mengingat saat ini tantangan dan ancaman keselamatan jurnalis, terutama jurnalis perempuan saat bekerja juga semakin besar.

Rosniawanti menjelaskan, kegiatan pelatihan ini dilaksanakan untuk melatih dan menambah kemampuan jurnalis mengenai keselamatan dan kesetaraan gender, dengan materi-materi kunci seperti kesetaraan gender, menangani diskriminasi, hak jurnalis dan keamanan gender, pelecehan seksual di tempat kerja, pengarusutamaan gender, keamanan di lapangan, dan merancang kampanye gender.

Dalam pelatihan ini, kata Rosniawanti, para peserta juga berdiskusi soal pengucilan dan diskriminasi gender yang masih terjadi di ruang redaksi. Serta bagaimana menghadapi berbagai diskriminasi tersebut.

Ia berharap pelatihan ini akan menambah pengetahuan dan keterampilan jurnalis mengenai kesetaraan gender, terutama jurnalis perempuan. Kemudian pengetahuan dan keterampilan ini bisa disebarluaskan kepada rekan kerja dan komunitasnya.

Rosniawanti juga berharap, media dalam memberitakan bisa lebih sensitif gender sehingga bisa mengedukasi masyarakat.

Kegiatan pelatihan ini mendapat respons positif dari peserta. Salah satu peserta pelatihan, Sitti Harlina mengaku senang bisa terlibat dalam kegiatan pelatihan ini.

“Dari pelatihan ini saya bisa mengerti bahwa sebenarnya tidak ada perbedaan tugas antara jurnalis perempuan dan laki-laki dalam peliputan. Sebenarnya kita punya tugas yang sama. Terus kita juga tahu hak-hak kita sebagai jurnalis. Yang lebih penting, sebagai jurnalis kita harus mementingkan keselamatan diri karena tidak ada berita yang seharga nyawa,” paparnya. Sabtu (8/10/2022)

Peserta lainnya Ismu Samadhani mengaku pengetahuannya tentang kesetaraan gender meningkat. Begitu pun dalam hal keselamatan diri saat bekerja. Ia berharap kegiatan serupa akan terus dilaksanakan.

Adapun trainer dalam pelatihan ini yakni Ketua AJI Kendari Rosniawanti dan Koordinator Divisi Gender, Anak dan Kaum Marginal AJI Kendari, Nur Sadah. Kegiatan ini didukung oleh AJI Indonesia dan Norsk Journalistlag, Norwegian Union of Journalist.

Setelah pelatihan ini selesai, para peserta sepakat melakukan tindak lanjut berupa diskusi berkelanjutan soal isu-isu perempuan, gender, keamanan jurnalis, kampanye gender, dan update peristiwa terkini.

 

Laporan: Muh Sulhijah

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait