Berharap Ada Solusi, Sulkarnain Ajak Seluruh Pihak Ikut Terlibat Dalam Tugas Reforma Agraria

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Menindaklanjuti SK Wali Kota Kendari tentang pembentukan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA), Pemkot Kendari hari ini secara resmi menggelar rapat koordinasi Gugus Tugas Performa Agraria yang digelar di Rumah Jabatan Wali Kota Kendari. (Senin, 15/06/2020).

Rapat Tim Gugus Tugas Reforma Agraria Kota Kendari ini dihadiri 24 anggota gugus tugas, 25 tim pelaksanan harian gugus tugas dan 3 konsultan. Rapat juga sempat diikuti wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang /Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Surya Tjandra via zoom.

Bacaan Lainnya

Disela kegiatan, Sulkarnain Kadir meminta tiap OPD yang terlibat dalam gugus tugas untuk memaksimalkan pelaksanaan reforma agraria di Kota Kendari sebab tak dapat dipungkiri bahwa sampai saat ini masih banyak masalah yang terjadi di sector agraria seperti sengketa, konflik, alih fungsi lahan sampai dengan turunnya kualitas lingkungan.

“Pimpinan OPD, camat dan lurah ikut ambil peran aktif dalam agenda ini,” katanya.

Melalui reforma agraria, Sulkarnain berharap bisa memberikan solusi pada masyarakat minimal untuk mengakses modal usaha dalam melanjutkan usahanya dan meminimalisir kemungkinan terjadinya masalah agrarian.

“Mari kita dukung reforma agraria di Kota Kendari,” harapnya.

Sementara itu, Kepala BPN Kota Kendari Irwan Idrus mengatakan Reforma Agraria adalah grand desain pembangunan pertanahan dan tata ruang nasional.

“Reforma agraria hadir untuk mempersempit ketimpangan penguasaan dan pemilikan tanah yang sejatinya akan memberikan harapan baru untuk perubahan dan pemerataan sosial ekonomi masyarakat secara menyeluruh,” terangnya.

“Reforma agraria bentuknya ada tiga, yaitu legalisasi aset, redistribusi tanah dan perhutanan sosial,” tambahnya.

Selain itu, reforma agraria secara fundamental memberikan program-program yang dapat menuntaskan masalah kemiskinan masyarakat desa, meningkatkan kesejahteraan dengan kemandirian pangan nasional, meningkatkan produktivitas tanah, memberikan pengakuan hak atas tanah yang dimiliki baik secara pribadi, negara, dan tanah milik umum yang pemanfaatannya untuk memenuhi kepentingan masyarakat.

 

Pos terkait