BNNP Sultra Amankan 1,1 Kg Sabu dan 2 Tersangka

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Badan Narkotika Nasional Provinsi ( BNNP) Sulawesi Tenggara ( Sultra) kembali mengungkap dua kasus tindak pidana narkotika. Dari kedua tersangka, aparat mengamankan barang bukti sabu sebanyak 1,1 kilogram (Kg).

Kepala BNNP Sultra, Brigjen Pol. Ghiri Prawija mengatakan kasus pertama terjadi pada hari kamis tanggal (13/8/2020) sekira pukul 18.30 Wita di Hotel Viranza kamar 210 Jl. Made Sabara, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga Kota Kendari . BNNP Sultra barhasil mangamankan 1 orang tersangka pelaku tindak pidana Narkotika golongan 1 Jenis sabu dengan barang bukti 511 Gram.

Bacaan Lainnya

“Di Hotel Viranza kamar 210. Tersangka yang kita amankan satu orang. Inisial FD (20) dengan barang bukti sabu sebanyak 511 gram,” papar Ghiri, Senin (17/8/2020).

Kata dia, Bidang pemberantasan BNNP Sultra mendapat informasi tentang adanya peredaran Narkotika di wilayah Mandonga Kota Kendari, atas informasi tersebut. Dirinya memerintahkan tim pemberantasan BNNP Sultra untuk melakukan penyelidikan.

“Kemudian pukul 18.30 Wita. Tim pemberantasan BNNP Sultra mencurigai seseorang masuk ke Hotel Viransa dan masuk ke kamar 210, tidak lama orang tersebut hendak keluar kamar Hotel, lalu kemudian di hadang oleh Tim Pemberantasan Tim BNNP Sultra dilakukan penangkapan, karena pada saat diperiksa ditemukan satu bungkus diduga narkotika jenis sabu dalam tasnya dan Narkotika jenis sabu tersebut baru saja di ambil dalam kamar hotel tersebut,”ujarnya.

Sementara kasus kedua, jata Ghiri, terjadi pada 14 Agustus 2020 lalu di Hotel City, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandongan sekira pukul 16.00 Wita.

Dalam kasus kedua ini, kata Brigjen Pol Ghiri Prawija, juga terdapat satu tersangka yang diamankan. Ia adalah pria berinisial SG dengan barang bukti sebanyak 515,44 gram.

“Ia berusia 34 tahun,” ungkap Ghiri.

Menurutnya, meski kedua tersangka ini tak saling kenal, namun memiliki sumber yang sama.

“Sumber paling atasnya sama tapi beda jaringan, tapi kita belum ketahui siapa sumbernya, ini masih perlu kita dalami,” Pungkas Ghiri.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun.

Laporan : Ilfa
Editor : AK

  • Whatsapp

Pos terkait