BTP Jadi Komut Pertamina, Erwin Usman : Adanya Wajah Baru di Hari Baru Akan Ada Harapan Baru

  • Whatsapp
Erwin Usman Pendiri LBH Kendari, Presidium Nasional PENA 98

Jakarta, Sultrademo.co – Berdasarkan penyampaian Menteri BUMN Erick Thohir pada Jumat (22/11), Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok sudah diputuskan menjadi Komisaris Utama (Komut) Pertamina. Pengesahannya tinggal menunggu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang rencanannya digelar Senin (25/11). Pasca RUPS, BTP sudah bisa langsung bekerja.

Keputusan pengangkatan BTP yang telah melalui Tim Penilai Akhir (TPA) setidaknya memutus pro kontra yang terjadi di tengah-tengah publik belakangan ini terkait layak atau tidaknya BTP menduduki jabatan Komut Pertamina.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan UU BUMN Nomor 19 Tahun 2003, Pasal 31 menegaskan komisaris bertugas mengawasi direksi dalam menjalankan kepengurusan persero, serta memberikan nasehat kepada direksi. Ini artinya BTP akan menjadi “ketua kelas” di Pertamina.

Dalam posisi sebagai pimpinan kolektif dewan pengawas jalannya keseluruhan operasional perusahaan, BTP diharapkan dapat mendorong budaya bersih, transformatif dan efisiensi dalam manajemen Pertamina. Termasuk terus memastikan ‘pat gulipat’ dan ‘pemburu rente’ dalam tata kelola migas–yang beberapa waktu lampau jadi perbincangan publik– dikikis habis.

Masuknya BTP juga diharapkan dapat mendorong lebih cepat inovasi, kolaborasi, terobosan dan pembaruan teknologi dalam pembangunan infrastruktur migas untuk berkontribusi mencapai target lifting minyak nasional 1 juta barel per hari.

Upaya penemuan ladang migas super jumbo (giant discovery) yang saat ini sedang dijalankan, diharapkan mencapai hasil yang optimal. Demi tercapainya ketahananan energi nasional. BTP dan jajaran Pertamina memikul harapan publik: “Adanya wajah baru di hari baru akan ada harapan baru”.

Kita ucapkan selamat bertugas, BTP!

Pos terkait