Caleg di Bombana Tak Perlu Keluar “Duit”, KPU Siapkan Peraga Kampanye

  • Whatsapp

Bombana, SultraDemoNews- Sebanyak 15 Partai Politik yang ada di Kabupatrn Bombana, Sulawesi Tenggara yang akan berlaga di Pemilu 2019 tidak perlu lagi mengeluarkan energi untuk mengadakan Alat Peraga Kampanye (APK), baik itu baliho maupun spanduk. Sesuai regulasi, sarana mengenalkan diri kepada pemilih itu sudah diatur oleh undang-undang dan PKPU.

“Iya, sesuai amanat UU 7 2017, ditambah dengan PKPU 23, yang diubah jadi PKPU 28 kemudian mengalami perubahan jadi PKPU 33 tahun 2018, KPU yang menfasilitasi pengadaan APK bagi para peserta Pemilu, baik itu spanduk maupun balihonya,” kata Abdi Mahatma, komisioner KPU Bombana yang membidangi masalah kampanye di Pemilu 2019.

Bacaan Lainnya

Dijelaskan, peserta Pemilu mulai dari pasangan Capres-Cawapres, Parpol hingga Calon anggota DPD berhak mendapatkan APK tersebut dengan jumlah yang juga sama.

“Mereka (peserta Pemilu) yang desain gambarnya, kami bersama Bawaslu cermati. Jika sudah fix, baik materi maupun desain barulah kami cetak,” tukas mantan jurnalis ini.

Diuraikannya, setiap peserta Pemilu sesuai Juknis KPU Nomor 1096 tahun 2018, disebutkan bahwa tiap peserta Pemilu paling banyak mendapatkan APK itu 10 lembar untuk baliho dengan ukuran 4 meter X 7 meter, dan spanduk dengan ukuran 1,5 Meter X 7 meter sebanyak 16 lembar.

“Kami sudah gelar pleno terkait ini, dan diputuskan kami mengambil opsi maksimal, baik jenis dan ukuran serta volume. Kebetulan di Bombana ini hanya 15 parpol yang terdaftar, minus PKPI. Jadi hanya 15 parpol itu plus Capres/Cawapres dan DPD yang kami siapkan APK-nya,” tambah Abdi.

Adapn budgat APK itu, KPU Bombana sudah menyiapkan anggaran sekira Rp 600 jutaan. Nantinya, KPU hanya mencetak tapi urusan pemasangan menjadi tanggungjawab peserta pemilu. Titik-titik pemasangan APK juga sudah diatur dan sudah disampaikan ke peserta Pemilu.

“Di APK itu, masing-masing peserta pemilu menyampaikan visi-misinya, tokoh parpolnya termasuk nomor urut dan logo partai, plus taglinenya. Kami ingin memastikan  bahwa semua peserta pemilu mendapat perlakuan sama dan setara dalam pengadaan ini,” tandas Abdi Mahatma.

Untuk diektahui, saat ini, sudah dilakukan lelang terbuka untuk mendapatkan perusahaan pencetakan yang kompeten untuk mengadakan APK tersebut. Abdi memastikan, tidak ada komisioner KPU Bombana yang mencampuri hal itu karena menjadi domain pihak sekretariat yang dikoordinir Sekretariat KPU Provinsi.

Selain APK yang difasilitas KPU, lanjut dia, peserta Pemilu juga dibolehkan mencetak APK tambahan. Tapi syaratnya, desainnya juga disampaikan ke KPU agar bisa disesuaikan dengan aturan karena tidak boleh serampangan mencetak.

Dalam APK tambahan itu, Parpol khususnya berhak menambahkan foto-foto Caleg dan nomor urutnya, di Dapil bersangkutan. Mereka tidak boleh mencetak baliho, jika hanya memuat satu nama caleg khusus.

“Kami di KPU bersyukur karena Parpol di Bombana ini cukup kooperatif. Sinergi bersama untuk menyukseskan Pemilu 2019 tercipta bagus. Termasuk dengan Bawaslu. Kami sampaikan regulasinya, mereka paham dan tidak menyetor desain APK yang melanggar,” pungkas Abdi melalui Releasenya. Jum’at (19/10/2019).

Editor : AK

 

  • Whatsapp

Pos terkait