Kendari, sultrademo.co – Direktur Utama Bank Sultra Abdul Latif secara resmi dikukuhkan menjadi Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2022-2025 oleh Ketua IKA UHO Prof. Dr. Andi Bahrun, M.Sc, Agric, pada Jumat (7/4/2023).
Prosesi pengukuhan ketua dan pengurus IKA FPIK UHO tersebut turut disaksikan Gubernur Sultra H. Ali Mazi, SH, Ketua DPRD Sultra H. Abdurrahman Shaleh, SH, M.Si, Sekda Prov. Sultra Drs. Asrun Lio, M.Hum.,Ph.D, Pj.Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu, AP, M.Si, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Kendari Abdul Kadir Mulku Zahari, S.E., M.Tr.Opsla., Wakil Rektor III UHO Dr.Nur Arafah,SE, Sp. M,Si, serta ratusan alumni FPIK UHO.
“Saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh alumni atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada saya. Terima kasih yang sebesar-besarnya juga kepada Gubernur Sultra, Bapak H Ali Mazi, SH yang telah meluangkan waktunya di tengah kesibukannya untuk hadir dan berkenan membuka secara resmi rapat kerja pengurus ikatan alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo periode 2022 – 2025,” ungkap Abdul Latif.
Dengan jumlah alumni yang mencapai 4.254 orang, kata Latif, IKA FPIK yang kini dinahkodainya siap menjadi wadah dan forum komunikasi untuk membangun sinergitas bagi pembangunan khususnya pada sektor kelautan dan perikanan di Sultra.
Sebagai leader, pihaknya telah menyiapkan empat program prioritas yang akan direalisasikan bersama pengurus IKA FPIK UHO pada periode kepemimpinannya.
Pertama adalah menjadikan Sultra sebagai sentra perikanan dan kelautan nasional.
Alumni IKA FPIK UHO, kata Latif akan berperan aktif dalam mewujudkan Sultra sebagai pusat pengembangan perikanan dan kelautan di Indonesia.
“Hal ini dapat dilakukan melalui sumbangan pemikiran dan kegiatan – kegiatan kemasyarakatan peningkatan produksi dan produktivitas serta mempertahankan dan meningkatkan keanekaragaman ekosistem di wilayah pesisir, laut dan pulau-pulau kecil,” ujar Abdul Latif.
Kedua, pangan murah bagi masyarakat pesisir dan pulau – pulau kecil.
Untuk mewujudkan program ini IKA FPIK UHO didorong untuk bekerjasama dengan BUMN/BUMD/lembaga pemerintah/lembaga non pemerintah menggelar pasar pangan murah secara berkala di wilayah pesisir dan pulau – pulau kecil untuk menghindari kerawanan pangan dan turut berpartisipasi dalam pengendalian inflasi.
Ketiga, pembentukan program pusat dana abadi alumni.
Program ini akan berfungsi memfasilitasi dan menjembatani para alumni yang ingin membalas kebaikan pada almamater serta membiayai kegiatan – kegiatan kemasyarakatan IKA UHO – FPIK.
“Selain dari para alumni juga akan dihimpun dari kaum filantropi, dunia usaha, lembaga dan masyarakat,” tutur Latif.
Keempat, memperkuat sinergi dan jejaring alumni antar wilayah yang kuat akan meningkatkan kredibilitas FPIK – UHO sebagai almamater serta upaya peningkatan kapasitas alumni.
Laporan: Muh Sulhijah
 






