Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Seluruh Flight dari dan ke Soekarno-Hatta Dibatalkan

Ketgam : Dampak erupsi Anak Krakatau, operasional penerbangan Bandara Soekarno Hatta ditutup pagi ini. Foto: TribunNews

Nasional, Sultrademo.co – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Seluruh penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta dibatalkan pada Minggu (6/9/2026) dini hari. Penutupan sementara bandara dilakukan menyusul sebaran abu vulkanik akibat meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Bacaan Lainnya

Sejumlah penumpang masih tertahan di area terminal bandara. Mereka kemudian mulai melakukan proses pengembalian tiket serta mengambil kembali bagasi masing-masing.

Dilansir dari Kompas.com. Cynthia Lova, jurnalis Kompas yang hendak terbang menuju Manado, Sulawesi Utara, mengatakan pengumuman pembatalan penerbangan disampaikan pihak bandara mulai pukul 00.15 WIB.

“Aktivitas bandara sementara ditutup sampai pukul 05.30 WIB sambil menunggu perkembangan lebih lanjut. Update terakhir seluruh penerbangan dibatalkan karena dampak erupsi Anak Krakatau,” ungkap Cynthia.

Kondisi tersebut juga terlihat pada papan informasi penerbangan di terminal Bandara Soekarno-Hatta. Sejumlah jadwal penerbangan tercatat berstatus dibatalkan.

Gangguan penerbangan ini terjadi ketika aktivitas Gunung Anak Krakatau terus mengalami peningkatan. Gunung yang berada di kawasan Selat Sunda tersebut kembali aktif meletus sejak 2 Juli 2026.

Aktivitas vulkaniknya meningkat pada Jumat (4/9/2026) malam hingga Sabtu (5/9/2026) dini hari. Dampaknya, abu vulkanik dan suara dentuman dilaporkan terasa hingga wilayah Bandung Raya, Jawa Barat.

Berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi, Meteorologi, dan Geofisika (PVMBG), VAAC Darwin, serta analisis citra RGB Himawari-9 pada Sabtu malam, teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Sebaran abu dari permukaan hingga ketinggian 50.000 kaki terpantau bergerak ke arah barat daya-barat laut. Wilayah yang terdampak mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Selat Sunda bagian selatan, hingga Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung dan Banten.

Sementara itu, sebaran abu vulkanik dari permukaan hingga ketinggian 20.000 kaki bergerak ke arah tenggara-selatan, meliputi sebagian wilayah Banten dan Jawa Barat beserta perairan di sekitarnya.

Di tengah peningkatan aktivitas vulkanik tersebut, Badan Geologi mengimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi.

Larangan tersebut diberlakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya langsung dari aktivitas erupsi, termasuk lontaran material pijar, paparan debu vulkanik pekat, serta gas berbahaya di sekitar kawah aktif.

Dampak erupsi terhadap penerbangan juga menjadi perhatian karena abu vulkanik dapat membahayakan operasional pesawat. Kondisi ini membuat sejumlah penerbangan harus dihentikan sementara hingga situasi dinyatakan aman.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Hani
Editor: UL

Pos terkait