Humas PT Tiran Group Tepis Isu Mangkir di Acara Dialog

 

KENDARI – Humas Tiran Group wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra), H La Pili, membantah mangkir dari dialog ngobrol seputar tambang yang diselenggarakan oleh Formesta Sultra pada 2 September 2021.

Bacaan Lainnya

Diskusi yang bertajuk “Benarkah Tiran Mineral Ilegal” tersebut berlangsung secara virtual dengan menghadirkan aktivis-aktivis hebat di Bumi Anoa.

La Pili mengatakan, dirinya bukannya mangkir atau sengaja tidak mengikuti kegiatan tersebut, namun pihak panitia telat menginformasikan perihal diskusi tersebut. “Panitia konfirmasi ke saya 47 menit sebelum acara dimulai Kamis, 02 September 2021 jam 15.13 saat saya mau sholat Ashar di Masjid menjadi tidak masuk akal untuk kita langsung ikut. Lagi pula, saat dikonfimasi tersebut, saya sedang ada kegiatan lain itu waktu di Abeli,” kata La Pili.

Pada prinsipnya, kata La Pili, pihak PT Tiran Grup sangat mendukung setiap kegiatan dialog yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan PT Tiran Group. Hal itu dimaksudkan agar masyarakat dapat mengetahui niat baik PT Tiran dalam mengupayakan berdirinya smelter nikel di Konawe Utara yang semata-mata untuk membangkitkan perekononian masyarakat Sultra.

Oleh karena panitia mengonfirmasi jadwal kegiatan dialog secara mendadak maka La Pili menyebut ada aroma jebakan batman di balik kegiatan dialog itu.

“Apalagi pematerinya, diluar DPRD dan Dinas ESDM, adalah beliau-beliau yang selama ini kontra dengan keberadaan Tiran. Saya hubungi juga Ketua DPRD dan Kadis ESDM, mereka juga tidak tahu dan tidak juga dikonfirmasi perihal acara tersebut. Ada apa,” tanya La Pili sambil tersenyum.

Seandainya, lanjut La Pili, pihak panitia menginformasikan kegiatan dialog itu jauh hari sebelumnya maka pihaknya dapat menyiapkan segala sesuatunya yang dibutuhkan dalam diskusi itu.

“Tapi karena saya dikonfirmasi beberapa menit sebelum kegiatan dimulai, maka saya menduga, kegiatan dialog didesain agar kami tidak ikut sehingga diskusi itu menjadi momentum bagi pihak-pihak tertentu untuk menghakimi pihak Tiran dengan alur pikir yang tidak berdasar,” ujarnya.

Oleh karena itu, La Pili mengajak kepada elemen masyarakat untuk bersama-sama mendorong berdirinya smelter nikel di Konawe Utara sebagai niat baik PT Tiran Grup dalam membangkitkan ekonomi masyarakat lokal.

“Mengenai dokumen izin dan lain sebagainya, itu sudah tidak masalah. Hal itu juga pernah disampaikan oleh pihak Polda Sultra, Pihak ESDM Sultra dan pihak Dinas Kehutanan Sultra. Semua sudah lengkap. Sangat tidak mungkin kami bekerja tanpa ada legalitas,” tutupnya. (Redaksi)

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait