Imbas PPKM, Proses Belajar Daring Kembali Diterapkan di Konawe

Kabid Dikdas Dikbud Konawe, Tira liambo

Konawe, Sultrademo.co– Penerapan PPKM mikro saat ini rupanya berefek pada pemberlakukan sekolah daring di Kabupaten Konawe.

Proses belajar tatap muka yang sempat dilaksanakan kembali dihentikan, orang tua siswa diminta berperan banyak untuk mengatasi segala hambatan dalam proses pendidikan daring.

Bacaan Lainnya
 

“Pembelajaran tatap muka kabupaten Konawe yang meliputi TK/RA, SD/MI , SMP/MTs dan MA, Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kabupaten Konawe memastikan penundaan kembali menyusul pemberlakuan PPKM Mikro yang diberlakukan usai kasus covid di Konawe lagi meningkat dan masuk daftar tiga besar zona merah dari 17 kabupaten kota di Provinsi Sulawesi Tenggara,” beber Kabid Dikdas, Tira Liambo. Selasa 13/07.

Kata Tira liambo, kebijakan itu disampaikan melalui edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe nomor :800/629/dikbud/2021 tentang Pelaksanaan Pembelajaran di masa PPKM Mikro.

Rujukannya adalah keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia nomor 03/KB/2021, nomor 384 tahun 2021, HK 01.08/Nenkes /4247/2021, nomor 440-717 tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Dimasa Pandemik Corona Virus Disease 2019 (covid 19).

Ditambah dengan surat edaran pengetatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro di Kabupaten Konawe dalam rangka pengendalian penyebaran corona virus disease covid 19.

“Sehubungan dengan hal tersebut diatas perlu kami sampaikan beberapa hal untuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada awal tahun pelajaran 2021/2022 akan dilaksanakan secara daring (online), dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas menunggu intruksi dari tim gugus tugas covid 19 Kabupaten Konawe, dan surat edaran dari Dikbud dan Kementerian Agama Kabupaten Konawe,” ujarnya

Tira menambahkan, untuk satuan pendidikan TK/RA, SD/MI, SMP/MTs dan MA harus senantiasa siaga dan dapat dihubungi melalui sambungan komunikasi yang ada (telepon/WhatsApp, Email).

Meski diakuinya, saat ini masih banyak kendala saat pembelajaran daring, antara lain penguasaan teknologi dan aplikasi, tapi pembelajaran dengan cara yang baru itu merupakan pilihan terbaik demi keselamatan banyak orang terutama peserta didik.

“Mengenai penguasaan teknologi itu saya berharap orang tua mengambil peran maksimal sebagai pendamping anak saat belajar dengan mengunakan aplikasi pembelajaran,” tutupnya.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait