Jakarta, sultrademo.co – Bawaslu memprediksi pelanggaran pemilu akan meningkat pada bulan suci Ramadan. Sehingga berbagai langkah pengecahan dilakukan agar hal tersebut tidak terjadi.
Salah satu bentuk pencegahan yang dilakukan Bawaslu dengan mengumpulkan partai-partai politik peserta Pemilu Serentak 2024, dalam acara Munggahan Pengawasan, di Artotel Suites Mangkuluhur, Jalan Gatot Subroto, Semanggi, Jakarta Selatan, Sabtu (18/3).
Dikutip dari RMOL.ID anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty menjelaskan, acara Munggahan Pengawasan yang diberi tajuk “Bincang-Bincang Bawaslu dengan Partai Politik Peserta Pemilu” ini, intinya untuk memastikan tidak ada kegiatan parpol yang melanggar di bulan Ramadhan.
“Mudah-mudahan dengan upaya ini Ramadhan yang akan kita lewati kemudian menjadi sepi dari dugaan pelanggaran pemilu,” ujar Lolly saat membuka acara.
Berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya, bulan Ramadhan kerap memunculkan pelanggaran pemilu.
Berkaca dari peristiwa 2019 misalnya, disampaikan Lolly, terjadi upaya yang mengarah kampanye di tempat-tempat yang dilarang. Seperti tempat pendidikan, tempat pemerintahan, serta tempat ibadah.
Lolly memastikan dengan adanya acara kumpul bareng parpol-parpol peserta Pemilu Serentak 2024, di mana ada sebanyak 18 parpol tingkat nasional dan 6 parpol lokal Aceh, diharapkan pada bulan Ramadhan nanti bisa berlangsung secara khidmat tanpa adanya dinamika politik yang mengganggu.
“Sehingga dalam konteks ini Bawaslu berkepentingan untuk melakukan upaya pencegahan sejak awal,” pungkas Lolly.
Laporan: Muh Sulhijah










