Ketua JARI Kendari Ingatkan Milenial Bahayanya Laten Neoimperialisme

Ketua JARI Kota Kendari, La Ode Hidayat dan Waketum MPW PP Sultra, Andi Ulil Amri saat menjadi pembicara pada kegiatan Bazar dan Dialog Publik Himpunan Mahasiswa Jurusan PPKn UHO/Istimewa

Kendari, Sultrademo.co – Jaringan Indonesia (JARI) Kota Kendari mengingatkan segenap generasi milenial untuk memahami terkait bahaya laten dari neoimperialisme.

Ketua JARI Kota Kendari, La Ode Hidayat mengungkapkan kerja-kerja neoimperialisme sangat penting untuk dipahami oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Bacaan Lainnya
 

“Kerja kerja neoimperialisme harus dipahami oleh seluruh masyarakat Indonesia. Terutama generasi milenial, agar bangasa ini punya pertahanan yang baik untuk menjaga kedaulatan Negara,” ujarnya saat menjadi pembicara dikegiatan Dialog Publik Himpunan Mahasiswa Jurusan PPKn (HMJ PPKn) Universitas Halu Oleo, pada Sabtu, (15/10/2022).

Menurutnya neoimperialisme merupakan penjajahan gaya baru yang sementara diterapkan oleh negara-negara kapitalis para pemilik modal.

Alasan pentingnya memahami hal tesebut, kata Dayat karena dia melihat bahwa potensi SDA Di Indonesia khususnya di Sultra sangat melimpah. Sehingga dengan masuknya para investor menanamkan modalnya bisa menjadi cela adanya gerakan neoimperialisme.

“Potensi sumber daya alam di Indonesia khususnya Sultra bahwa tanpa kita sadari sudah diterapkan neoimperialisme. Sedangkan neoimperialisme adalah penjajahan model baru yang ditempuh oleh negara-negara asing kapitalis untuk menguasai dan menghisap SDA negara lain,” tuturnya.

Diketahui, Himpunan Mahasiswa Jurusan PPKn menggelar Bazar dan Dialog Publik dengan mengangkat tema “Pancasila dalam Bayang-Bayang Neo Imperialisme” disalahsatu Warkop di Kendari, pada Sabtu, (15/10/2022).

Selain menghadirkan Ketua JARI Kota Kendari turut pula Waketum MPW PP Sultra, Andi Ulil Amri selaku pembicara.

 

Laporan: Muh Sulhijah

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait