Korban Banjir dan Longsor di Tiga Provinsi Bertambah, BNPB Catat 1.157 Orang Meninggal

Ketgam : Sebuah rumah di Meureudu, Pidie Jaya, dikelilingi gelondongan kayu usai banjir dan longsor sejak akhir November lalu. Foto: AFP VIA GETTY IMAGES/CHAIDEER MAHYUDDIN

Kendari, Sultrademo.co – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat kembali mengalami peningkatan. Hingga Kamis (1/1/2026), total korban jiwa tercatat sebanyak 1.157 orang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa penambahan tersebut berasal dari temuan tiga jasad di wilayah Aceh Utara.

Bacaan Lainnya
 

“Pada hari ini ditemukan tiga jasad di Aceh Utara, sehingga jumlah korban jiwa meninggal dunia meningkat dari 1.154 orang menjadi 1.157 orang,” ujar Abdul dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB, Kamis (1/1/2026).

Ia merinci, jumlah korban meninggal dunia di Provinsi Aceh saat ini mencapai 530 orang, dengan 30 orang lainnya masih dilaporkan hilang. Sementara di Sumatra Utara, korban meninggal tercatat sebanyak 365 orang dan 60 orang masih dalam proses pencarian. Adapun di Sumatra Barat, jumlah korban meninggal dunia mencapai 262 orang dengan 74 orang dilaporkan belum ditemukan.

Dengan demikian, total korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang di ketiga provinsi tersebut mencapai 165 jiwa.

BNPB menegaskan bahwa upaya pencarian dan pertolongan terhadap korban yang masih hilang terus dilakukan secara intensif. “Operasi pencarian masih terus dilakukan sampai kita mengupayakan jumlah korban atau daftar nama-nama yang masih masuk dalam daftar pencarian orang itu berkurang seminimal mungkin,” kata Abdul.

Selain korban jiwa, dampak bencana juga menyebabkan ratusan ribu warga harus mengungsi. BNPB mencatat jumlah pengungsi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencapai 380.399 jiwa. Dari total tersebut, sebanyak 356.684 pengungsi berada di Aceh, 13.770 jiwa di Sumatra Utara, dan 9.945 jiwa di Sumatra Barat.

Untuk mendukung kebutuhan tempat tinggal sementara, BNPB telah menyiapkan 1.050 unit hunian sementara (huntara) yang sebagian besar sudah siap dihuni, khususnya bagi warga terdampak di Aceh Tamiang dan sejumlah wilayah lainnya.

BNPB juga melaporkan perkembangan status penanganan bencana di daerah terdampak. Sebanyak 23 kabupaten/kota telah menetapkan status transisi darurat ke pemulihan, yang terdiri atas enam daerah di Aceh, delapan di Sumatra Utara, dan sembilan di Sumatra Barat.

Sementara itu, tujuh kabupaten/kota lainnya masih dalam proses penetapan status tersebut.
“Kita harapkan semakin banyak daerah yang mulai berpindah ke transisi darurat maka ini menunjukkan fase tanggap darurat yang berfokus pada aspek pencarian pertolongan,” ujarnya.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Arini Triana Suci R
Editor: UL

Pos terkait