Litanto Sudutkan Rajiun, Kader PDIP Minta Maaf

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co- Umar Bonte, salah satu kader partai, yang juga Ketua Baguna PDIP Sultra menyampaikan permohonan maaf kepada Rajiun atas sikap kurang profesional dari Panitia Penjaringan calon kepala daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)Litanto.

UB, sapaan akrab Umar Bonte menilai Litanto melalui media massa telah menyudutkan Rajiun sebagai salah satu calon yang hendak beradu nasib mendapat rekomendasi partai.

Bacaan Lainnya

Dimana dalam pernyataannya di salah satu media online lokal Sultra, Litanto mengumbar dan seolah mendikte Rajiun sebagai calon yang cenderung ingkar janji, dan tidak mengabulkan janjinya mendirikan kantor PDIP ketika hendak mendapat rekomendasi partai PDIP pada Pilkda Muna Barat beberapa tahun silam.

“Litanto mengumbar dan cenderung menyudutkan Rajiun sebagai salah satu calon bahkan menyampaikan ke publik, inikan tidak profesional, panitia mestinya fokus disyarat, bukan begini caranya kalau memang tidak suka atau Rajiun tidak layak, lah Sederhana saja nanti hasil akhir yang berbicara. Tidak boleh menyampaikan kekurangan orang apalagi kalau tidak benar, ngapain buka pendaftaran kalau begitu caranya, lagi pula PDIP tidak ada deal deal, PDIP memberi rekomendasi berdasarkan mekanisme dan syarat syarat yang telah ditentukan, bukan karena materi atau deal-deal lainnya, ” sesal UB, Selasa 24/9.

Olehnya itu, UB menegaskan, bahwa sikap dan pernyataan Litanto adalah pernyataan pribadinya, bukan atas nama partai. UB sendiri mewakili kader PDIP menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan itu.

” Semua calon di PDIP diberi perlakuan sama, panitia harus profesional dan objektif dalam menilai, karena itu sikap Litanto adalah sikap pribadinya, adakah KPU dia jelek jelekan calon, ini kan kacau begitu, sikap seperti itu merugikan partai, seolah olah Partai tidak punya mekanisme jelas dan mengedepankan mahar, tidak berimbang dan tidak profesional, sekali lagi itu merusak citra dan ideologi partai, ” tegas dia.

Menyangkut pernyataan Rajiun yang mengundang reaksi negatif Litanto, UB menilai tidak ada yang salah, sebab pernyataan ” Rajiun Membungkam Panitia Seleksi” itu adalah bahasa media yang dikemas dalam bentuk produk jurnalis.

“Tapi kan tidak harus sereaktif itu panitia, adakah KPU dia jelek-jelekan calon, tidak ada, penjaringan itu harus adil, harus profesional, dan cerdas caranya,” pungkasnya.

Laporan : Ak

  • Whatsapp

Pos terkait