Baubau, Sultrademo.co – Kota Baubau, salah satu kota konsumtif dengan produksi bahan pokok yang minim, mengalami lonjakan harga bahan pokok dalam satu bulan terakhir. Kenaikan harga terjadi secara nasional, terutama pada komoditas seperti beras, telur ayam ras, daging ayam, dan cabai. Hal ini disebabkan oleh produksi yang menurun di sentra-sentra produksi.
Menyikapi fenomena ini, Pemerintah Kota Baubau melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menggelar pasar murah di lapangan Lembah Hijau pada Rabu (6/4/2024).
Pasar murah ini direncanakan akan dilakukan rutin selama dua bulan ke depan menjelang Lebaran Idul Fitri. Tujuannya adalah untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang relatif terjangkau.
Sekretaris TPID Kota Baubau, Asmahani dalam sambutannya menerangkan, pada pasar murah tersebut mengakui bahwa permintaan kebutuhan bahan pokok cenderung meningkat menjelang bulan suci Ramadan, sehingga berdampak pada kenaikan harga. Kenaikan harga yang signifikan akan membebani daya beli masyarakat, terutama keluarga kurang mampu.
“Kepada seluruh masyarakat agar menyikapi kenaikan harga tersebut dengan bijaksana dan tidak panik, karena fenomena ini tidak akan berlangsung lama. Bulan Maret dan April sudah memasuki musim panen, yang diharapkan dapat mengurangi tekanan harga,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pemerintah Kota Baubau juga terus melakukan langkah-langkah konkret dalam pengendalian inflasi daerah, termasuk menjaga keterjangkauan harga, keterpenuhan stok, dan kelancaran distribusi pangan, terutama kebutuhan pokok dan barang penting lainnya.
Pasar murah ini menawarkan harga bahan pokok yang lebih murah dibandingkan harga pasaran umum, berkat subsidi dari pemerintah. Selain itu, program inovatif “LAIDA” (Lapak Inflasi Daerah) yang menjual beras SPHP (Sumber Pangan Hasil Pertanian) kerjasama dengan Bulog, sudah berjalan kurang lebih 2 bulan di pasar Karya Nugraha dan pasar Wameo.
Program ini akan ditingkatkan dengan rencana laida akan berkeliling di tingkat kelurahan. Harga beras SPHP dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET), yaitu Rp 54.500 untuk 5 kg.
Asmahani juga memastikan ketersediaan stok beras yang aman, dengan tersedianya ±700 ton beras di Gudang Bulog dan tambahan ±750 ton sedang dalam perjalanan. Stok di tingkat distributor hingga minggu ini juga masih mencapai 1.550 ton.
Pasar murah dan program inovatif LAIDA diharapkan dapat membantu masyarakat Kota Baubau, terutama mereka yang kurang mampu, dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka dengan harga yang lebih terjangkau.
Semua masyarakat di Kota Baubau diimbau untuk memanfaatkan pasar murah ini dengan bijaksana, berbelanja sesuai kebutuhan, dan saling membantu sesama, terutama menjelang bulan suci Ramadan.








