Masyarakat Konut Minta IUP PT Antam Tbk Lasolo Dicabut

  • Whatsapp

Konawe Utara, Sultrademo.co– Masyarakat Konawe Utara yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (AMPUH) meminta kepada Pemerintah Provinsi Sultra bertindak tegas usir dan cabut IUP PT. Antam tbk atas pelanggaran dan aktivitas ilegalnya di Konut.

Selaku Ketua AMPUH Sultra, Hendro Nilopo menduga PT Antam telah melakukan illegal mining di Blok Tapunopaka, Kecamatan Lasolo Kepulauan Kabupaten Konawe Utara – Sulawesi Tenggara tanpa mengantongi IPPKH serta IUP yang jelas.

Bacaan Lainnya

“Antam Lasolo juga telah melakukan eksport biji nikel tanpa melakukan pemurnian terlebih dulu sebagaimana di atur dalam UU NO. 4 Tahun 2009 Tentang Mineral dan Batubara (MINERBA),” katanya. Kamis 1/8.

Selain itu, lanjut Hendro, PT Antam juga diduga melakukan penyerobotan lahan masyarakat di Blok Tapunopaka Kec. Lasolo Kepulauan Kab. Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara, sehingga aktivitas penambangan, perambahan hutan dan penjualan ere yang diduga Ilegal dinilai sangat merugikan negara.

“Kami sudah aksi, termasuk meminta Antam segera membangun smelter, tapi selalu diabaikan dan mereka lebih fokus mengekspor nikel,” ujarnya.

Olehnya itu, pihaknya mendesak Kementerian ESDM RI, melalului Dinas ESDM Sultra tidak memberikan izin kuota ekpor kepada Antam Lasolo serta mendesak DPRD Sultra turun investigasi di lapangan terkait penyerobotan lahan masyarakat.

“Paling urgen kami nendesak Gubernur Sultra untuk membekukan dan mencabut IUP PT. ANTAM tbk. Konawe Utara. Kami tidak akan pernah berhenti ribut sebelum itu dipenuhi, mentok di pemprov kami akan berjuang di Jakarta, ini tanah kelahiran kami, siapapun yang merugikan wajib hukumnya meninggalkan tanah oheo ini,” tegasnya.

Laporan : AK
Editor : Aliyadin Koteo

  • Whatsapp

Pos terkait