Operasi Absolute Resolve: Detik-detik Penangkapan Nicolas Maduro oleh Militer AS

Kendari, Sultrademo.co – Presiden Venezuela Nicolas  Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, tiba di Pangkalan Udara Stewart pada Sabtu (3/1/2026) sore waktu setempat. Keduanya dibawa ke Amerika Serikat usai ditangkap dalam sebuah operasi militer besar-besaran AS di Caracas.

Menurut laporan CBS News, Maduro dan sang istri ditangkap di kediaman mereka di ibu kota Venezuela, sebelum diterbangkan ke kapal perang USS Iwo Jima yang beroperasi di lepas pantai.

Bacaan Lainnya
 

Penangkapan ini menjadi sorotan setelah Presiden AS Donald Trump membagikan foto Maduro di atas USS Iwo Jima melalui akun Truth Social. Dalam foto tersebut, mata Maduro tampak ditutup dengan blackout goggles, telinganya mengenakan pelindung suara, sementara kedua tangannya diborgol sambil memegang sebotol air mineral.

Operasi Rahasia yang Disiapkan Berbulan-bulan
Mengutip AP News, operasi yang diberi sandi Absolute Resolve telah dirancang secara matang selama berbulan-bulan. Militer AS mengerahkan kekuatan di perairan sekitar Venezuela, bersamaan dengan operasi penindakan terhadap jaringan narkoba di kawasan Amerika Latin.

Di balik layar, badan intelijen AS mempelajari rutinitas Maduro secara rinci, mulai dari kebiasaan makan, lokasi keberadaannya di jam-jam tertentu, hingga detail kecil seperti pakaian dan hewan peliharaan.

“Kami berpikir, merencanakan, berlatih, melakukan simulasi, mengevaluasi, lalu berlatih lagi, berkali-kali,” ujar Jenderal Dan Caine, Kepala Staf Gabungan AS. Ia menegaskan kesiapan pasukannya telah dicapai sejak awal Desember 2025.
“Bukan sekadar untuk memastikan semuanya berjalan benar, tapi untuk memastikan kami tidak membuat kesalahan sama sekali,” tambahnya.

Pasukan elite Delta Force bahkan membangun replika kompleks kepresidenan Venezuela untuk latihan penangkapan.
“Mereka bahkan membangun sebuah rumah yang identik dengan rumah yang mereka masuki, dengan semua hal yang sama, semua baja di mana-mana,” kata Trump, dikutip dari AP News.

AS juga menyiapkan unit khusus dengan peralatan pemotong baja untuk menembus dinding ruang aman jika Maduro bersembunyi.
“Dia [Maduro] tidak sempat menutup ruang itu [safe room]. Dia berusaha masuk ke sana, tetapi dia disergap dengan sangat cepat sehingga tidak sempat masuk ke sana,” ujar Trump.

Serangan Dini Hari hingga Penangkapan 30 Menit
Stasiun televisi BBC melaporkan, operasi ini semula dijadwalkan berlangsung saat Hari Raya Natal, namun ditunda akibat cuaca buruk. Kesempatan baru terbuka pada Jumat malam (2/1/2026), ketika kondisi cuaca dinilai ideal.

Helikopter AS terbang rendah memasuki wilayah Venezuela dengan pengawalan ketat dari udara. Di saat bersamaan, pasukan khusus memadamkan sebagian besar lampu di Caracas. Sekitar pukul 01.50 waktu setempat, tujuh ledakan terdengar di berbagai titik kota, menurut kesaksian warga.

Dalam kondisi gelap, pasukan elite bergerak senyap menuju kediaman presiden. Proses penangkapan Maduro dan istrinya disebut berlangsung kurang dari 30 menit, sementara keseluruhan operasi darat, laut, dan udara memakan waktu sekitar 2 jam 20 menit.

Dari Kapal Perang ke Sel Tahanan Brooklyn
Usai ditangkap, Maduro dan Cilia Flores diterbangkan dengan helikopter ke USS Iwo Jima, lalu dibawa ke New York untuk menghadapi dakwaan pidana. Setibanya di Manhattan, Maduro sempat dibawa ke kantor pusat Drug Enforcement Administration (DEA) untuk proses administrasi penahanan.

Selanjutnya, ia dipindahkan ke Metropolitan Detention Center (MDC) di Brooklyn. Maduro tiba di pusat tahanan tersebut pada Sabtu (3/1/2026) pukul 20.52 waktu Timur atau Minggu (4/1/2026) pukul 08.52 WIB. Status penahanan sang istri hingga kini belum diumumkan.

MDC dikenal sebagai fasilitas berpengamanan tinggi dan kerap menahan terdakwa kasus besar sebelum persidangan federal. Sejumlah nama terkenal seperti Joaquin “El Chapo” Guzman dan Ghislaine Maxwell pernah ditahan di tempat ini.

Trump mengungkapkan, beberapa personel militer AS mengalami luka dalam operasi tersebut, namun tidak ada korban jiwa. Ia juga menyebut satu helikopter sempat terkena tembakan saat mendekati kompleks kediaman Maduro.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Arini Triana Suci R
Editor: UL

Pos terkait